BLORA, iNewsPantura.id - Diberitakan sebelumnya warga Desa Semanggi , Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora menemukan seonggok bayi laki-laki dalam keadaan hidup di kawasan hutan Perhutani, tepatnya di Petak 6003, RPH Klopo Duwur, BKPH Blungun, KPH Cepu.
Bayi tersebut ditemukan di bawah semak-semak tepi jalan dengan ari-ari yang masih menempel.
Kejadian ini pertama kali dilaporkan oleh Sdr. Harno bin Sukiban (48), karyawan Perhutani yang menjabat sebagai KRPH Klopo Duwur.
Harno menerima informasi melalui telepon dari warga setempat sekitar pukul 10.00 WIB saat bertugas di Pos Perhutani Ngodo.
“Saya mendapat kabar dari masyarakat bahwa ada bayi ditemukan di semak-semak. Saya langsung menuju lokasi untuk memastikan,” ungkap Harno.
Sesampainya di lokasi, Harno mendapati sejumlah warga telah berkumpul.
“Kami melihat bayi itu masih bergerak, ari-arinya masih ada. Karena kasihan, kami langsung berinisiatif membawanya ke klinik terdekat,” kata Novi, salah satu warga Desa setempat.
Bayi mungil tak berdosa tersebut kemudian dibawa ke Klinik Dr. Hery Kamolan oleh Novi dan Tantri.
Namun, pihak klinik menyarankan agar bayi segera dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blora untuk perawatan lebih lanjut.
Harno bersama Novi dan Deri kemudian mengantarkan bayi itu ke RSUD Blora, di mana ia langsung mendapatkan perawatan medis.
Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, bersama istri, turut menjenguk bayi tersebut di RSUD Blora dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.
“Kami telah menerima laporan dari pelapor dan akan melakukan penyelidikan untuk mencari tahu asal-usul bayi serta pihak yang bertanggung jawab atas penelantaran ini. Saat ini, bayi dalam perawatan intensif di RSUD Blora dengan kondisi stabil,” ujar AKBP Wawan.
Tanggapan Masyarakat
Peristiwa ini menarik perhatian warga setempat, yang sangat prihatin atas nasib bayi malang tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, identitas orang tua bayi masih belum diketahui. Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini untuk segera melapor.
Dengan harapan yang besar, masyarakat berharap agar bayi tersebut segera mendapatkan perlindungan dan perhatian yang layak.
Editor : Suryo Sukarno
Artikel Terkait