Bangun Pendidikan Berkualitas Sejak Dini, Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah

Nur Choiruddin
Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi SD Muhammadiyah 1 Kudus dan SMPN 2 Gebog. Foto : iNewsPantura.id/ Nur Ch

KUDUS, iNewsPantura.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti meresmikan hasil revitalisasi SD Muhammadiyah 1 Kudus dan SMP Negeri 2 Gebog, Jumat (2/1/2026). Kedua sekolah tersebut menjadi penerima bantuan program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan tahun anggaran 2025.

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa revitalisasi sekolah bertujuan meningkatkan kualitas sarana pembelajaran demi mendukung proses belajar-mengajar yang lebih optimal.

“Dengan revitalisasi ini, kami berharap sekolah memiliki sarana dan prasarana yang lebih baik untuk mendukung kegiatan pembelajaran, baik intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler,” ujarnya.

Ia menegaskan, program revitalisasi sekolah merupakan bagian dari komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun pendidikan berkualitas sebagai fondasi lahirnya generasi unggul.

Secara nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 2025 mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk merevitalisasi 16.175 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Hingga akhir Desember 2025, sekitar 95 persen pekerjaan telah rampung.

“Sebagian kecil yang belum selesai disebabkan faktor force majeure. Namun kami terus memantau agar seluruh proses revitalisasi dapat diselesaikan dengan baik,” katanya.

Selain itu, Abdul Mu’ti juga menyinggung kesiapan sekolah di wilayah terdampak bencana, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah daerah, sekitar 85 persen sekolah di tiga provinsi tersebut siap melaksanakan pembelajaran pada 5 Januari 2026.

“Untuk Sumatera Utara dan Sumatera Barat, kesiapan sekolah sudah 100 persen. Sementara di Aceh masih dilakukan pembersihan sekolah-sekolah yang terdampak lumpur cukup tebal,” jelasnya.

Sekolah yang tidak lagi layak digunakan akan dibangun kembali, baik di lokasi yang sama maupun direlokasi ke tempat yang lebih aman. Selama masa transisi, peserta didik akan diarahkan belajar di fasilitas publik seperti puskesmas, tempat ibadah, hingga tenda pembelajaran sementara. Saat ini, pemerintah telah membangun 54 tenda untuk menunjang kegiatan belajar.

Tercatat sekitar 4.000 satuan pendidikan terdampak bencana, dengan data yang masih terus diperbarui. Pemerintah juga menyiapkan kurikulum darurat dengan skema fleksibel, mulai dari jangka waktu tiga bulan hingga tiga tahun, agar proses belajar anak-anak tetap berjalan.

“Yang terpenting adalah anak-anak tetap bisa belajar, meskipun dalam kondisi terbatas,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 1 Kudus, Indira Noor Khasanah, mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya revitalisasi gedung sekolah yang merupakan bangunan cagar budaya.

“Bangunan yang direvitalisasi ini terdiri dari enam ruang kelas dan termasuk bangunan cagar budaya. Kami menerima bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebesar Rp553 juta,” katanya.

Ia menjelaskan, kondisi bangunan sebelum direvitalisasi cukup mengkhawatirkan, dengan plafon pecah serta rangka atap kayu yang lapuk dan retak, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan siswa.

“Terakhir direnovasi sekitar tahun 2002 atau 2003. Setelah itu belum ada perbaikan besar, sehingga kondisinya terus menurun,” jelas Indira.

Dengan selesainya revitalisasi, ia berharap proses pembelajaran dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.

“Alhamdulillah sekarang kondisinya sudah bagus. Anak-anak bisa belajar dengan lebih tenang, aman, dan nyaman,” katanya.

Editor : Suryo Sukarno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network