KENDAL,iNewsPantura.id – Menjelang Hari Raya Idul Adha, aktivitas jual beli hewan kurban di Kabupaten Kendal mulai menggeliat. Sejumlah penjual sapi dan kambing mulai ramai didatangi pembeli, meskipun kondisi pasar tahun ini disebut tidak seramai tahun sebelumnya.
Salah satu penjual sapi kurban, Abas Komarudin, yang berlokasi di Desa Rejosari, Kecamatan Ngampel, mengaku mulai menerima banyak calon pembeli sejak beberapa pekan terakhir. Namun, ia menyebutkan jumlah transaksi tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.
“Kalau dibandingkan tahun lalu memang agak menurun, salah satunya karena dampak penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak,” ujarnya.
Meski permintaan menurun, harga hewan kurban justru mengalami kenaikan. Abas menyebutkan harga sapi tahun ini naik sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut dipicu oleh terbatasnya ketersediaan sapi sehat di pasaran.
Saat ini, Abas memiliki stok sekitar 50 ekor sapi dengan harga bervariasi, mulai dari Rp23 juta hingga Rp30 juta per ekor. Ia memastikan seluruh sapi yang dijual dalam kondisi sehat dan dirawat dengan pakan alami.
“Kami jaga kualitasnya. Sapi diberi pakan rumput alami, tanpa tambahan bekatul atau ampas tahu, sehingga lebih terjamin kesehatannya,” jelasnya.
Selain dikenal sebagai pedagang sapi, Abas juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Kendal dari Partai Kebangkitan Bangsa. Di tengah kesibukannya sebagai wakil rakyat, ia tetap menjalankan usaha di bidang peternakan dan bisnis lainnya.
Sementara itu, salah satu pembeli, Samiyo Puspito, warga Brangsong, mengaku telah membeli tiga ekor sapi dari tempat Abas untuk kebutuhan kurban di Mushola Baitul Muslimin. Ia menyebut harga satu ekor sapi yang dibelinya mencapai Rp26,5 juta.
“Sudah tiga kali kami beli di sini, sapinya sehat-sehat dan sesuai harapan,” katanya.
Samiyo menambahkan, setiap tahun mushola tempatnya beribadah rutin menyembelih tiga hingga enam ekor sapi, serta beberapa kambing. Untuk meringankan biaya, warga biasanya menggunakan sistem arisan, di mana satu ekor sapi ditanggung oleh tujuh orang.
Ia berharap pada Idul Adha tahun ini jumlah warga yang berkurban semakin meningkat. Selain sebagai bentuk ibadah, kurban juga dinilai mampu membantu masyarakat kurang mampu agar dapat merasakan kebahagiaan dengan menikmati daging kurban.
“Semoga tahun ini semakin banyak yang berkurban, sehingga lebih banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya,” pungkasnya.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
