TEMANGGUNG,iNewsPantura.id – Ratusan warga Dusun Sejeruk, Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengikuti tradisi kirab merti desa dengan penuh antusias.
Selain sebagai ungkapan syukur atas hasil bumi, tradisi warisan leluhur ini juga menjadi momentum bagi warga untuk memanjatkan doa agar hujan segera turun demi keberlangsungan pertanian.
Kirab dimulai dari tengah dusun dengan membawa gunungan berisi berbagai hasil bumi. Warga kemudian berjalan bersama menuju makam Kuai Santri dan Nyai Santri yang dikenal sebagai pendiri desa.
Sepanjang perjalanan, warga membawa aneka hasil pertanian sebagai simbol kemakmuran dan rasa syukur atas rezeki yang diberikan. Suasana semakin meriah ketika gunungan hasil bumi diperebutkan warga setelah rangkaian kirab berlangsung.
Berbagai komoditas pertanian, mulai dari sayuran hingga hasil bumi lainnya, menjadi rebutan. Warga berharap hasil bumi yang diperoleh membawa keberkahan bagi keluarga mereka.
Suti, salah seorang warga, mengaku mendapatkan cabai dan terong dari gunungan tersebut. Hasil bumi itu rencananya akan dimasak untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Alhamdulillah, saya mendapatkan cabai dan terong yang nanti akan saya masak. Semoga melalui tradisi merti desa ini, kami semua mendapatkan keberkahan,” ungkap Suti.
Di balik kemeriahan kirab, warga juga menyimpan harapan agar hujan segera turun. Pasalnya, sebagian besar masyarakat setempat menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian yang membutuhkan pasokan air memadai.
Sesepuh desa, Soni Kurniawan, mengatakan merti desa merupakan tradisi peninggalan nenek moyang yang terus dijaga hingga sekarang. Selain menjadi wujud syukur atas hasil bumi, kegiatan tersebut juga mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong warga.
“Merti desa ini merupakan warisan nenek moyang yang terus kami jaga sampai sekarang. Ini sebagai bentuk rasa syukur kami atas hasil bumi yang melimpah. Kami juga berdoa semoga segera diberikan hujan,” kata Soni.
Ia berharap tradisi tersebut tidak sekadar menjadi perayaan tahunan, tetapi juga terus diwariskan kepada generasi muda agar nilai-nilai budaya dan kearifan lokal tetap terjaga.
Bagi masyarakat Dusun Sejeruk, merti desa memiliki makna lebih dari sekadar kirab dan perebutan gunungan. Tradisi ini menjadi sarana menghormati leluhur, memperkuat persaudaraan, sekaligus menyampaikan harapan akan keselamatan, kelancaran bertani, dan hasil panen yang baik.
Di tengah tantangan cuaca yang memengaruhi aktivitas pertanian, warga berharap hujan segera turun sehingga tanaman memperoleh pasokan air yang cukup dan kegiatan bercocok tanam dapat berlangsung dengan baik.
Editor : Eddie Prayitno
