KUDUS, iNewsPantura.id – Dua laga final sengit mewarnai penutupan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Kudus Seri 1 2026–2027 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. SDN Jambean 02 Pati dan SD Unggulan Muslimat NU sukses meraih gelar juara pada kategori usia (KU) 10 dan KU 12 setelah sama-sama menang dengan skor identik, 5-4.
Pada final KU 10, SDN Jambean 02 Pati menaklukkan MI NU Baitul Mukminin melalui pertandingan dramatis. Sempat tertinggal 1-3, SDN Jambean 02 Pati bangkit berkat penampilan gemilang Syafa Ainun Habibah yang mencetak empat gol. Kemenangan akhirnya dipastikan lewat gol bunuh diri lawan menjelang pertandingan berakhir.
Syafa sekaligus mengukuhkan diri sebagai pencetak gol terbanyak turnamen dengan koleksi 35 gol. Pelatih SDN Jambean 02 Pati, Muhammad Hidayat, mengapresiasi semangat juang anak asuhnya yang mampu bangkit dalam situasi tertinggal hingga memastikan gelar juara.
Sementara itu, final KU 12 tak kalah menegangkan. SD Unggulan Muslimat NU mengatasi perlawanan SDN Karangsono 2 Mranggen dengan skor 5-4. Ghaitsa Luffi Arachman menjadi bintang kemenangan dengan membukukan empat gol, sekaligus menebus kesalahan berupa gol bunuh diri pada awal pertandingan.
Pelatih SD Unggulan Muslimat NU, Ahmad Yusuf, menilai keberhasilan timnya tidak terlepas dari perubahan strategi dengan menempatkan lebih banyak pemain di lini depan untuk meredam tekanan lawan. Gelar ini menjadi pencapaian perdana timnya di MilkLife Soccer Challenge Kudus.
MLSC Kudus Seri 1 2026–2027 diikuti 1.672 atlet dari 100 sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI). Sebanyak 80 tim KU 10 dan 80 tim KU 12 berkompetisi di Supersoccer Arena dan Lapangan Rendeng pada 13–18 Oktober 2026. Jumlah peserta meningkat dari 1.391 orang pada Seri 2 musim 2025–2026. Sebanyak 13 sekolah dari Kudus dan sekitarnya juga baru berpartisipasi pada seri kali ini.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan turnamen tersebut dalam membangun ekosistem sepak bola putri usia dini. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen memperluas sosialisasi ke sekolah-sekolah agar semakin banyak siswi mendapat kesempatan mengembangkan bakatnya.
Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna, menyebut meningkatnya antusiasme peserta turut dipengaruhi keberhasilan tim-tim Indonesia di Srikandi Merdeka Cup 2026 serta kiprah alumni MLSC Kudus, Asyifa Sholawa Farizqi, yang menembus Timnas Putri U-17 dan memastikan tiket ke putaran final Piala Asia Putri U-17 2027 di China.
Satia berharap semakin banyak talenta dari Kudus mengikuti jejak Asyifa dan memperkuat tim nasional putri Indonesia. Harapan serupa disampaikan Pelatih Kepala MLSC Kudus, Yayat Hidayat, yang menilai kualitas pemain muda pada seri ini semakin menjanjikan.
Sebagai juara bertahan MLSC All-Stars selama dua tahun berturut-turut, Kudus menargetkan kembali meraih gelar pada 2027. Potensi tersebut akan diperkuat melalui pencarian bakat selama turnamen, pembinaan MilkLife Soccer Extra Training, serta pengenalan sepak bola sejak dini.
Selain kompetisi 7 lawan 7 untuk KU 10 dan KU 12, MLSC Kudus juga menghadirkan Festival SenengSoccer KU 8. Kegiatan nonkompetitif ini diikuti 288 siswi dari 38 SD dan MI melalui berbagai permainan untuk mengenalkan teknik dasar sepak bola dengan cara menyenangkan.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
