get app
inews
Aa Text
Read Next : Cuaca Buruk Sempat Hambat, Tim SAR Akhirnya Evakuasi Pendaki Gunung Slamet

Tiga  Destinasi  Tujuan Tokoh PKI Melarikan Diri 

Kamis, 29 September 2022 | 09:54 WIB
header img
Tiga  Destinasi  Tujuan Tokoh PKI Melarikan Diri  Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - InewsPantura.id_ Tiga  Destinasi menjadi  tujuan para tokoh PKI melarikan diri. Dalam sejarah Partai Komunis Indonesia (PKI)  pernah menjadi partai politik komunis terbesar ketiga di dunia setelah Uni Soviet dan Tiongkok. Dalam  perjalanannya, PKI telah melancarkan serangkaian pemberontakan. Pemberontakan yang paling terkenal adalah peristiwa G30S PKI yang menewaskan 6 jenderal dan 1 perwira TNI Angkatan Darat .
Aksi pemberontakan tersebut membuat sejumlah tokoh PKI menjadi buronan. Demi menghindari penangkapan dan gejolak politik, beberapa tokoh PKI memilih  kabur keluar negeri. 


Dirangkum dari berbagai sumber29/09/2022, Berikut Tiga  Destinasi tujuan para tokoh PKI melarikan diri .


1. Filipina

Negara yang menjadi tempat pelarian dari tokoh PKI adalah Filipina. tokoh PKI yang pernah bersembunyi di Filipina adalah Tan Malaka. Tan Malaka hijrah ke Filipina. Di sana, dia bekerja sebagai koresponden surat kabar nasional El Debate. Pekerjaan itu Tan Malaka dapatkan karena bantuan dari pemimpin nasionalis Filipina, Mariano de los Santos dan Jose Abad Santos.


2. Uni Soviet

Uni Soviet adalah negara pertama yang menganut paham sosialisme Marxis. Sebagai negara komunis terbesar, Uni Soviet kerap dijadikan tempat bagi para tokoh PKI untuk berilmu dan memperdalam pengetahuannya mengenai konsep komunis. Muso dan Alimin adalah tokoh PKI yang pernah menginjakkan kakinya di Negara Tirai Besi tersebut. Sebelum kembali ke Indonesia, Muso diberi pendidikan Marxisme-Leninisme dan dilatih untuk menjadi agen komunis internasional di Uni Soviet. Sementara Alimin mengembara sebagai agen komintern.


3. China


Sejak diangkat menjadi Ketua PKI, hidup Tan Malaka selalu dimata-matai oleh Belanda. Karena dianggap berbahaya, Belanda mengasingkan Tan Malaka ke Belanda pada 1922. Dalam masa pengasingannya tersebut, Tan Malaka melalang buana ke berbagai negara untuk bersembunyi, termasuk China. Tan Malaka yang menjabat sebagai wakil Asia Tenggara dalam Kongres Komunis Internasional (komintern) ini sempat singgah di daerah Kanton selama beberapa waktu. Di sanalah dia menulis salah satu karya populernya, Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia). Buku berbahasa Belanda itu berisi bayang-bayang Tan Malaka tentang konsep negara Indonesia.

Editor : Hadi Widodo

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut