get app
inews
Aa Text
Read Next : Libur Lebaran, Wisata Alam Goa Terawang Ecopark Ramai Pengunjung

Ratusan Petani Geruduk Pabrik Sepatu di Pemalang, Tuntut Penyelesaian Dampak Pembangunan

Senin, 24 Maret 2025 | 16:43 WIB
header img
Ratusan Petani Geruduk Pabrik Sepatu di Pemalang, Tuntut Penyelesaian Dampak Pembangunan. Foto : iNews/ Suryo S

PEMALANG, iNewsPantura.id  -  Ratusan petani dari Desa Kalirandu, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, menggelar aksi unjuk rasa di lokasi pembangunan pabrik sepatu PT Golden Victory, Senin (24/3). Mereka menuntut pihak manajemen perusahaan untuk segera menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi akibat dampak pembangunan pabrik tersebut.

Para petani, yang didampingi Aliansi Pantura Bersatu, berjalan kaki dari Desa Kalirandu menuju lokasi pembangunan pabrik dengan menyusuri jalur Pantura. Aksi ini sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas, terutama menjelang puncak arus mudik Lebaran.

Sebelumnya, perwakilan petani telah mendatangi Kantor Bupati Pemalang untuk mengadukan permasalahan yang sama. Namun, menurut Tirto, salah satu perwakilan petani, mereka hanya diberi janji tanpa ada solusi konkret dari pemerintah daerah.

Setibanya di depan pabrik, dua perwakilan petani, Eky dan Tirto, bergantian melakukan orasi. Mereka menuntut penyelesaian dampak pembangunan pabrik yang menyebabkan rusaknya akses jalan petani, saluran irigasi, serta potensi pencemaran limbah.

“Akses petani terganggu, saluran irigasi rusak, dan air buangan dari pabrik berdampak besar terhadap pertanian,” ujar Tirto dalam orasinya.

Ia juga menyoroti dampak limbah pabrik yang dapat mengurangi kesuburan tanah dan menurunkan hasil produksi pertanian. Hingga kini, menurutnya, belum ada musyawarah antara pemerintah desa, petani, dan pihak perusahaan untuk mencari solusi bersama.

"Kami akan terus melakukan aksi sampai tuntutan kami dipenuhi," tegasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, perwakilan PT Golden Victory, Dwi Ina Rosana dari bagian HSI/Legal, enggan memberikan keterangan lebih lanjut.

“Saya Dwi Ina Rosana dari bagian HSI/Legal, untuk statement saya tidak bisa,” katanya singkat sebelum meninggalkan lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, para petani masih menunggu respons dari pihak perusahaan terkait tuntutan mereka.

Editor : Suryo Sukarno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut