NU dan Muhammadiyah Kendal Berdamai, Usulkan Direktur RSI Kendal Dicopot

KENDAL,iNewsPantura.id - Hubungan dua organisasi masyarakat (ormas) Islam terbesar di Kendal, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, akhirnya mencair setelah sempat memanas akibat pernyataan kontroversial yang dinilai menyinggung amaliyah NU.
Dalam pertemuan yang digelar di Gedung Aswaja NU Kendal, Selasa (1/7), kedua pihak sepakat untuk saling memaafkan dan menjaga ukhuwah Islamiyah.
Dalam forum yang dihadiri para pimpinan ormas, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada PCNU Kendal.
Ketua PCNU Kendal, KH Muhammad Mustamsikin, menerima permintaan maaf dari Muhammadiyah secara terbuka. Namun, ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam berbicara, terlebih ketika menyentuh isu-isu keagamaan yang sensitif.
“Jangan sampai niat baik justru menimbulkan tafsir berbeda yang bisa memecah ukhuwah,” ujarnya.
KH Mustamsikin juga mengusulkan agar Suhadi dicopot dari jabatannya sebagai Direktur RSI Muhammadiyah Kendal. “Kalau perlu, pulangkan saja ke Kediri supaya tidak membuat gaduh umat,” tegasnya.
Sementara Ketua PWM Jawa Tengah, Dr H Tafsir, dan Direktur RSI Muhammadiyah Kendal, Suhadi meminta maaf dan tidak bermaksud menyinggung NU.
“Saya mohon maaf jika pernyataan saya dianggap menyinggung. Tidak ada niat untuk melecehkan amaliyah tahlil dan ziarah kubur. Saya pribadi juga sering mengamalkannya dan tidak melihat itu bertentangan dengan tarjih Muhammadiyah,” jelas Dr. H. Tafsir.
Suhadi, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya terkait dana hibah yang sempat disinggung dalam forum sebelumnya. Ia menegaskan bahwa pernyataan soal angka Rp1 miliar dan Rp8 miliar tidak dimaksudkan untuk menyindir NU.
“Angka itu hanya merujuk pada pelat kendaraan, tidak ada niat menyindir pihak mana pun. Saya mohon maaf atas kegaduhan yang terjadi,” ujarnya.
Menanggapi usulan agar Direktur RSI Muhammadiyah dicopot, PDM Kendal akan melakukan evaluasi terhadap jabatan Suhadi sesuai mekanisme organisasi.
Ia juga menyebut bahwa Muhammadiyah akan menyampaikan permintaan maaf secara tertulis kepada PCNU Kendal sebagai bentuk itikad baik.
Adapun keputusan akhir mengenai posisi Suhadi di RSI Muhammadiyah Kendal akan diumumkan setelah evaluasi internal selesai dilakukan.
Dengan tercapainya kesepakatan damai ini, kedua ormas berharap bisa kembali bersinergi dalam menjaga kerukunan umat Islam di Kendal. Pertemuan ditutup dengan doa bersama dan komitmen untuk terus menjaga komunikasi yang sehat dan konstruktif antarorganisasi.
Editor : Eddie Prayitno