Demi Anak Atlet, Petani Blora Dirikan Kolam Renang Berstandar Nasional di Tengah Kampung
BLORA, iNewsPantura.id - Menghadiri kejuaraan renang antar pelajar dan pembukaan kolam renang Anugrah di Desa Tempuran, Kecamatan / Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Blora, Jawa Tengah, Setiyono, mengaku heran hingga melontarkan kalimat 'Ini ada orang gila ditengah kampung'.
Kalimat itu ditujukan kepada pemilik kolam bernama Baji, seorang petani asal desa setempat yang nekat membuat kolam renang standart Nasional ditengah kampungnya, hanya demi anak perempuannya, yang memiliki Hobi renang, dan juga salah satu atlet berprestasi Blora di Cabang Olahrga (Cabor) Akuatik Indonesia.
"Ini satu-satunya kolam renang di Blora, yang sudah standart. Bahkan atlet kita selama ini kalau berlatih harus keluar kota. Ini hanya orang gila yang berani bangun fasilitas sebagus ini," Ungkap Setiyono, Sabtu (29/11).
Setiyono sangat berterimaksih kepada Baji dan mengapresiasinya, karena telah membangun kolam renang yang standart. Ia berharap dengan adanya fasilatas ini akan tumbuh atlet baru, menjadi bibit atlet renang Blora, yang bisa menyumbangkan pres tasinya untuk Kabupaten Blora.
Baji, pemilik kolam renang Anugrah hanya tersenyum, karena dijuluki orang gila dari kampung. Iapun menceritakan awal mula membangun kolam renang ini.
Awalnya ia kecewa dengan kementrian ESDM. Karena anak pertamanya saat mengikuti ujian tidak diterima hanya gara gara tingginya kurang dua centimeter.
"Nilai CAT nya dapat ranking, nilai yang lainnya juga bagus, terakhir tingginya kurang. Saya ingin anak kedua saya nanti bisa lebih tinggi dari kakaknya. dan Alhamdullilah sekarang anak perempuan kedua saya terbukti lebih tinggi padahal masih SMP. Selain itu memang dia hobi berenang dan memiliki keinginan punya kolam renang sendiri yang standart. Jadi saya nekat. Benar apa kata pak Setiyono, kalau menganggap saya orang gila ditengah kampung, Ujarnya sambil tertawa.
Baji minta support dan bimbingannya kepada Ketua KONI dan pengurus Akuatik untuk ikut membina atlet dan akan membuat club renang sendiri.
Mustakim, yang hadir mewakili Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora, juga mengapresiasi adanya kolam renang yang sudah standart ini. Adanya kolam renang ini, bisa membantu Pemerintah dibidang olahraga dan memamjukan pariwisata di Blora.
"Kami bangga ada warga Blora yang peduli dengan olahraga. Sehinnga atlet kita tidak lagi jauh- jauh mencari tempat latihan yang standart. Karena di Blora sudah ada fasiltas yang bagus," Ujarnya.
Kejuaraan renang antar pelajar ini diikuti oleh tiga Kabupaten, yaitu Kabupaten Blora, Grobogan dan Rembang. Jumlah peserta yang ikut sebanyak 177 pelajar.
Editor : Suryo Sukarno