Peduli Korban Banjir dan Longsor, Pramuka Pemalang Salurkan Bantuan Langsung ke Lokasi
PEMALANG, iNewsPantura.id – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pemalang menimbulkan keprihatinan berbagai pihak. Hingga kini, proses pemulihan di Kecamatan Pulosari, Moga, dan Watukumpul masih terus dilakukan.
Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan, Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Pemalang menggelar aksi penggalangan dana dan menyalurkan bantuan langsung kepada warga terdampak bencana.
Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Pemalang Sukarso, S.H., yang akrab disapa Kak Karso, mengatakan penggalangan dana dilakukan sejak pascabencana hingga saat ini. Dari kegiatan tersebut, terkumpul dana sebesar Rp60 juta.
“Dana yang terkumpul kami salurkan ke wilayah terdampak, yakni Rp35 juta untuk Kecamatan Pulosari, Rp15 juta untuk Kecamatan Moga, dan Rp10 juta untuk Kecamatan Watukumpul,” ujar Kak Karso, Minggu (8/2).
Selain bantuan uang tunai, Pramuka Pemalang juga menyalurkan bantuan logistik berupa sepatu boot, jas hujan, pakaian layak pakai, serta kebutuhan sembako guna membantu meringankan beban warga terdampak.
Penyaluran bantuan dilakukan di Kantor Kecamatan Pulosari dan dihadiri oleh seluruh Ketua Ranting Pramuka tingkat kecamatan se-Kabupaten Pemalang. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kebersamaan dan kepedulian Pramuka terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, menyampaikan bahwa sebagian besar warga yang sebelumnya mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing. Namun demikian, masih terdapat 10 rumah yang mengalami rusak berat dan hilang atau hanyut, sehingga pemiliknya terpaksa mengungsi di rumah keluarga.
“Untuk pengungsi sebagian besar sudah kembali, namun warga yang rumahnya rusak parah masih mengungsi di rumah kerabat,” jelas Agus.
Ia menambahkan, perbaikan rumah warga yang rusak berat akan segera dilakukan, namun tidak lagi dibangun di lokasi semula karena dinilai sudah membahayakan keselamatan.
“Rumah warga akan dibangun kembali di lokasi yang lebih aman. Lokasi lama sudah tidak memungkinkan untuk ditempati karena berisiko terjadi bencana susulan,” tegasnya.
Selain merusak permukiman, bencana tersebut juga berdampak pada infrastruktur penghubung antarwilayah. Tercatat 14 jembatan mengalami kerusakan, dan 11 di antaranya putus total, sehingga menghambat mobilitas dan aktivitas warga.
“Hingga saat ini, upaya perbaikan dan pemulihan akses jembatan masih terus dilakukan secara bertahap,” tambah Agus.
Melalui penyaluran bantuan tersebut, Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Pemalang berharap dapat sedikit meringankan beban warga terdampak, sekaligus membantu mempercepat proses pemulihan pascabencana dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Editor : Suryo Sukarno