Usai Dandangan, Jalan Sunan Kudus Berminyak, 150 Personel Turun Tangan
KUDUS, iNewsPantura.id – Kawasan Jalan Sunan Kudus dibersihkan secara massal oleh personel gabungan TNI, Polri, ASN, dan relawan pasca berakhirnya tradisi Dandangan, Jumat (20/2/2026).
Kerja bakti atau sekarang populer disebut korve ini dilakukan menyusul banyaknya tumpahan minyak dan sisa sampah yang mengganggu kenyamanan serta membahayakan pengguna jalan.
Pembersihan yang melibatkan 150 personel ini didukung oleh lima unit mobil tangki dari BPBD, Damkar, dan Satpol PP guna menyemprot sisa lemak dan minyak yang melekat di aspal.
Meski kegiatan ini diklaim sebagai bentuk respons cepat dan dapat acungan jempol, kondisi lapangan pasca-acara memicu kritik terkait manajemen limbah pedagang selama Dandangan berlangsung.
Banyaknya tumpahan minyak goreng yang berceceran di sepanjang aspal menunjukkan kurangnya pengawasan terhadap standardisasi kebersihan lapak pedagang kaki lima (PKL) saat berlangsungnya dandangan.
Dan bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengakui pembersihan sisa minyak menjadi prioritas utama agar tidak memicu kecelakaan bagi pengendara di sepanjang jalan Sunan Kudus.
“Kami memastikan pembersihan berjalan optimal, terutama pada bekas tumpahan minyak dan sisa sampah agar tidak membahayakan pengguna jalan. Pasca kegiatan besar seperti Dandangan. kita pastikan lingkungan kembali nyaman untuk masyarakat” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Namun, keterlibatan ratusan personel hingga unit pemadam kebakaran untuk membersihkan residu dan sisa sampah pedagang juga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas retribusi kebersihan yang ditarik selama acara.
“Kedepannya penyelenggara dandangan harus lebih tegas mewajibkan pedagang menyediakan alas atau penampung limbah, atau apapun itu agar tidak merusak dan mengganggu fasilitas publik. Kan jadi repot begini,” ujar Edi Santoso, salah seorang warga Jalan Sunan Muria.
Meski aspal jalan Sunan Kudus kini berangsur bersih, publik berharap pemerintah daerah memiliki skema mitigasi sampah niaga yang lebih sistematis pada perhelatan dandangan mendatang, sehingga tidak perlu mengerahkan personel dalam jumlah masif hanya untuk menangani residu pedagang yang tidak tertib.
Editor : Suryo Sukarno