get app
inews
Aa Text
Read Next : Tangis Haru Sambut Kepulangan 338 Jemaah Haji Purworejo, Kloter 24 Tiba Selamat dari Tanah Suci

Orang Tua Atlet Pertanyakan Transparansi Seleksi KKO SMAN 3 Salatiga

Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:30 WIB
header img
Ketua KONI Salatiga, Agus Purwanto. Dokumen

SALATIGA,iNewsPantura.id – Sejumlah orang tua calon siswa mempertanyakan mekanisme seleksi Kelas Khusus Olahraga (KKO) di SMAN 3 Salatiga setelah beberapa atlet berprestasi gagal lolos dalam penerimaan peserta didik baru.

Salah seorang orang tua atlet, WLC, mengaku kecewa karena anaknya yang memiliki prestasi olahraga tingkat kota hingga provinsi tidak diterima di KKO SMAN 3 Salatiga.

“Anak saya juara Popda Kota, bahkan di Kejurprov juga meraih juara. Saat seleksi informasinya hasilnya bagus, tetapi ketika diumumkan ternyata tidak masuk,” ujarnya.

Meski telah menerima hasil seleksi, dia berharap sekolah membuka informasi yang lebih jelas terkait komponen dan nilai penilaian yang digunakan dalam proses penerimaan.

Menurutnya, transparansi diperlukan agar orang tua mengetahui kekurangan yang menyebabkan peserta tidak lolos.

Harapan serupa disampaikan Ketua KONI Salatiga, Agus Purwanto. Menurutnya, keterbukaan penilaian penting mengingat KONI kerap menjadi tempat atlet dan orang tua mencari penjelasan terkait hasil seleksi.

“Kami memang diminta membantu tes kecakapan atlet, tetapi bagaimana hasil tes itu digunakan dan seperti apa bobot penilaiannya, kami tidak mengetahui,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 3 Salatiga, Supriyanto, menegaskan proses seleksi KKO telah dilaksanakan sesuai regulasi yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Menurutnya, penentuan kelulusan tidak hanya berdasarkan prestasi olahraga, tetapi juga mempertimbangkan sejumlah komponen lain, seperti nilai rapor, hasil tes kemampuan akademik, serta prestasi berjenjang maupun nonberjenjang.

“Kami memiliki regulasi dan rumus penghitungan dari provinsi, dan seluruh proses dilaksanakan sesuai ketentuan tersebut,” ujar Supriyanto.

Terkait keterlibatan KONI, dia menjelaskan sekolah hanya meminta bantuan untuk pelaksanaan tes kecakapan atlet dan tidak memiliki kewajiban untuk menggandeng KONI dalam proses seleksi.

Polemik ini memunculkan harapan agar proses penerimaan KKO ke depan semakin transparan sehingga dapat memberikan kepastian dan pemahaman yang lebih jelas bagi para atlet maupun orang tua peserta didik

 

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut