Menteri Dukbangga RI Tinjau Penanganan Stunting dan RTLH di Purworejo
PURWOREJO, iNewsPantura.id- Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia, Wihaji, melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Purworejo.
Kunjungan ini dalam rangka peninjauan penanganan stunting dan rumah tidak layak huni (RTLH) di Purworejo, dilanjutkan dengan dialog interaktif, yang bertempat di Ganeca Convention Hall (GCH) Purworejo.
Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyampaikan rasa hormat dan bangga atas kehadiran Menteri Dukbangga RI beserta rombongan di Kabupaten Purworejo. Bupati mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk perhatian langsung Pemerintah Pusat yang menjadi motivasi besar bagi jajaran pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengakselerasi program-program prioritas nasional di bidang kependudukan dan pembangunan keluarga.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Purworejo dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Menteri beserta rombongan. Kami merasa sangat berbahagia, terhormat, sekaligus bangga karena Kabupaten Purworejo mendapat perhatian langsung dari Bapak Menteri," ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk terus mendukung Program Bangga Kencana serta percepatan penurunan angka stunting. Pemerintah daerah juga menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program unggulan nasional, khususnya bagi sasaran prioritas 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Bupati berharap melalui kegiatan dialog interaktif ini, para kader dan Tim Pendamping Keluarga dapat memperoleh arahan, motivasi, dan penguatan langsung dari Menteri, sehingga mampu meningkatkan kualitas pendampingan keluarga di tingkat desa dan kelurahan.
"Kepada seluruh Penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga, kader KB, dan seluruh peserta yang hadir, mari kita dengarkan arahan Bapak Menteri, kita kuatkan komitmen, dan kita tingkatkan kerja bersama untuk mewujudkan keluarga Purworejo yang sehat, tangguh, berkualitas, dan sejahtera," pesan Bupati.
Menteri Dukbangga RI, Wihaji, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap capaian Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam menekan angka prevalensi stunting. Berdasarkan data terkini, angka prevalensi stunting di Kabupaten Purworejo tercatat sebesar 14 persen, suatu capaian yang dinilai telah melampaui standar nasional.
"Di Purworejo sudah bagus, angka prevalensi stuntingnya 14 persen. Artinya sudah bagus. Namun demikian, capaian ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui kerja yang berkesinambungan dan kolaboratif," ujarnya.
Menteri Wihaji menyoroti pentingnya perhatian khusus terhadap Keluarga Risiko Stunting (KRS) , yakni keluarga-keluarga yang memiliki potensi tinggi terhadap kejadian stunting berdasarkan indikator ekonomi, sanitasi, akses pangan, dan pola asuh. Melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), rumah tidak layak huni (RTLH) akan dibedah dengan bantuan senilai Rp50 juta. Bantuan tersebut diberikan kepada keluarga yang dinilai memiliki risiko stunting akibat kondisi lingkungan tempat tinggal yang belum memenuhi standar kesehatan.
Sebelum menyerahkan bantuan, Menteri Wihaji meninjau langsung rumah keluarga Ponikem yang dihuni bersama suami, anak dan 3 cucunya, di Kelurahan Lugosobo, Kecamatan Gebang. Dari hasil peninjauan, ia menemukan sejumlah faktor yang berpotensi memicu stunting, mulai dari kondisi sanitasi, ruang tidur hingga dapur yang kurang layak.
"Tadi saya melihat kondisi MCK, tempat tidur, dapur, dan sebagainya. Dalam teori kesehatan, kondisi seperti itu memiliki potensi menimbulkan stunting. Karena itu, hari ini kita bantu melalui program Genting," jelasnya.
Selain bantuan fisik berupa rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), Wihaji menegaskan bahwa pendampingan berkelanjutan akan dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga untuk memastikan penanganan yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Menteri Dukbangga juga menekankan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi sasaran prioritas 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita). Menteri mengingatkan agar program ini benar-benar dinikmati oleh kelompok sasaran yang berhak.
Editor : Eddie Prayitno