Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Menyambut KITB, Stafsus Menaker: Jangan Sampai Warga Batang Hanya Jadi Penonton
Advertisement . Scroll to see content

Industri Batang-Kendal Tumbuh Pesat, Hunian Terjangkau untuk Pekerja Jadi Kebutuhan Mendesak

Minggu, 21 Juni 2026 | 16:16 WIB
  • author Eddhie Prayitno
Industri Batang-Kendal Tumbuh Pesat, Hunian Terjangkau untuk Pekerja Jadi Kebutuhan Mendesak
Peluncuran rumah subsidi Perumahan Puri Banaran Indah Banyuputih, minggu 21 Juni 2026. Eddie prayitno/iNews

BATANG,iNewsPantura.id – Pertumbuhan kawasan industri di Kabupaten Batang dan Kabupaten Kendal terus mendorong meningkatnya kebutuhan hunian bagi para pekerja. Dekat dengan tempat kerja, harga terjangkau, serta kemudahan akses menjadi pertimbangan utama masyarakat sektor industri dalam mencari rumah idaman.

Melihat peluang tersebut, pengembang properti mulai menghadirkan hunian yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya para pekerja pabrik dan karyawan industri.

Salah satunya melalui pembangunan Perumahan Puri Banaran Indah di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, yang dikembangkan oleh PT Graha Menara Hijau.

Ketua DPRD Kabupaten Batang, Suudi mengapresiasi langkah investasi tersebut. Menurutnya, pembangunan perumahan subsidi di tengah pertumbuhan industri menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.

"Kami sangat berterima kasih kepada PT Graha Menara Hijau yang telah berinvestasi di Kabupaten Batang melalui pembangunan Perumahan Puri Banaran Indah. Investasi seperti ini sangat membantu pemerintah daerah karena selain menciptakan lapangan kerja juga menyediakan perumahan layak huni bagi masyarakat," ujar Suudi saat menghadiri peluncuran perumahan, Minggu (21/6/2026).

Suudi menilai, program rumah subsidi menjadi solusi bagi pekerja, buruh, maupun karyawan industri yang selama ini masih kesulitan memiliki rumah sendiri.

Menurutnya, lokasi hunian yang berdekatan dengan kawasan industri memberikan banyak keuntungan bagi para pekerja, mulai dari efisiensi biaya transportasi hingga meningkatkan kenyamanan keluarga.

"Dengan lokasi yang dekat kawasan industri, tentu akan memudahkan para pekerja dalam mobilitas sehari-hari. Selain mengurangi biaya transportasi, mereka juga bisa memiliki tempat tinggal yang lebih nyaman untuk keluarga," katanya.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Graha Menara Hijau, Joko Suyanto mengatakan, pembangunan Puri Banaran Indah tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi untuk membantu masyarakat memiliki rumah layak.

"Kami ingin berkontribusi, bukan hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menghadirkan perumahan yang layak huni, nyaman, dan terjangkau, khususnya bagi masyarakat Batang dan sekitarnya," jelasnya.

Perumahan yang berdiri di atas lahan seluas empat hektare tersebut direncanakan memiliki 376 unit rumah tipe 30/60.

Dengan konsep hunian keluarga, setiap unit dilengkapi dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, serta kamar mandi.

Joko menjelaskan, pemilihan lokasi di Banyuputih dilakukan karena kawasan tersebut memiliki posisi strategis dengan perkembangan industri di Kabupaten Batang.

"Radius sekitar 10 kilometer dari kawasan perumahan sudah dikelilingi berbagai kawasan industri. Kami berharap Puri Banaran Indah dapat membantu masyarakat yang membutuhkan rumah pertama, terutama para pekerja industri," ungkapnya.

Kemudahan kepemilikan rumah juga didukung oleh skema pembiayaan dari Bank Tabungan Negara (BTN). Direktur Consumer Banking Bank BTN, Hirwandi Gafar mengatakan, pihaknya memiliki komitmen panjang dalam mendukung program perumahan nasional sejak 1976.

Sebagai bank yang dikenal sebagai pelopor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Indonesia, BTN telah membiayai sekitar enam juta unit rumah secara nasional.

"Kalau satu rumah dihuni empat orang, berarti sekitar 24 juta masyarakat Indonesia telah merasakan manfaat pembiayaan rumah dari BTN," ujar Hirwandi.

Menurutnya, pertumbuhan kawasan industri di Batang menjadi momentum yang tepat bagi hadirnya hunian terjangkau seperti Puri Banaran Indah.

Masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dengan bunga tetap 5 persen dan tenor hingga 20 tahun.

"Program ini dibuat agar masyarakat semakin mudah dan terjangkau untuk memiliki rumah pertama," tambah Hirwandi.

Dengan berkembangnya industri di kawasan Batang dan Kendal, kebutuhan rumah bagi pekerja diperkirakan akan terus meningkat. Kehadiran hunian subsidi diharapkan mampu menjawab kebutuhan tempat tinggal yang layak sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut