Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : MBG Prasmanan Mulai Diuji Coba di Jepara, Siswa Ambil Makanan Sesuai Kebutuhan
Advertisement . Scroll to see content

Stasiun Gombong, Pintu Masuk Menjelajah Barat Kebumen

Rabu, 02 September 2026 | 12:51 WIB
  • author Saladin Ayyubi
Stasiun Gombong, Pintu Masuk Menjelajah Barat Kebumen
Bangunan stasiun Gombong. (Foto: Istimewa).

KEBUMEN,iNewsPantura.id – Deru kereta yang datang dan pergi di Stasiun Gombong bukan sekadar menandai aktivitas perjalanan. Di balik bangunan stasiun yang berdiri sejak era kolonial, tersimpan peran penting sebagai penghubung masyarakat sekaligus pintu masuk menuju sejumlah destinasi wisata di wilayah barat Kabupaten Kebumen.

Berada di Kelurahan Wonokriyo, Kecamatan Gombong, stasiun yang terletak sekitar 18 meter di atas permukaan laut itu menjadi salah satu simpul transportasi di jalur selatan Jawa.

Sejak diresmikan pada 1887 oleh Staatsspoorwegen (SS), perusahaan kereta api Hindia Belanda, Stasiun Gombong terus bertahan melewati perubahan zaman. Jalur tersebut menjadi bagian dari pembangunan jaringan kereta api lintas selatan Pulau Jawa.

Kini, aktivitas di stasiun tersebut justru semakin ramai. Data volume penumpang menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2023, rata-rata penumpang yang berangkat dan datang mencapai 33.646 orang per bulan. Angka itu meningkat menjadi 37.936 orang pada 2024 dan kembali naik menjadi 41.338 orang per bulan pada 2025.

Hingga Agustus 2026, rata-rata volume penumpang telah mencapai 44.861 orang per bulan. Jika dibandingkan dengan 2023, jumlah tersebut meningkat sekitar 33 persen.

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto M. As’ad Habibuddin mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan kereta api semakin diminati masyarakat sebagai moda perjalanan dari dan menuju Gombong.

“Pertumbuhan volume penumpang menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan dari dan menuju Gombong. Kami melihat Stasiun Gombong bukan sekadar tempat naik dan turun kereta, tetapi juga bagian penting dari konektivitas masyarakat, termasuk untuk mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun pariwisata di Kabupaten Kebumen,” ujarnya.

Setiap hari sekitar 56 perjalanan kereta api penumpang dilayani melalui Stasiun Gombong. Kereta dengan berbagai kelas tersebut menghubungkan Gombong dengan sejumlah kota, mulai Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya hingga Banyuwangi.

Bagi masyarakat, keberadaan stasiun tersebut memberikan pilihan perjalanan tanpa harus selalu menggunakan kendaraan pribadi. Sementara bagi wisatawan, Gombong dapat menjadi titik awal untuk menjelajahi berbagai sudut Kebumen.

Posisi Stasiun Gombong cukup strategis bagi wisatawan yang ingin mengunjungi sejumlah destinasi. Tak jauh dari kawasan stasiun terdapat Benteng Van der Wijck, bangunan peninggalan kolonial yang menjadi salah satu ikon wisata sejarah di Gombong.

Perjalanan dapat dilanjutkan menuju sejumlah destinasi lain. Pantai Menganti, misalnya, berjarak sekitar 30 kilometer dari Gombong dan menawarkan panorama pesisir selatan yang menjadi salah satu daya tarik wisata Kebumen.

Ada pula Goa Jatijajar, Waduk Sempor serta Roemah Martha Tilaar yang menawarkan pilihan wisata alam, sejarah hingga budaya.

Konektivitas kereta api memberikan alternatif bagi wisatawan yang ingin berkunjung tanpa membawa kendaraan pribadi. Dari stasiun, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan moda transportasi lain menuju destinasi yang dituju.

Selain penumpang, Stasiun Gombong juga memiliki peran dalam aktivitas ekonomi. Stasiun tersebut melayani bongkar-muat angkutan pupuk, sehingga fungsinya tidak hanya berkaitan dengan mobilitas manusia, tetapi juga mendukung distribusi barang.

Dari sisi pelayanan, sejumlah fasilitas tersedia bagi penumpang, seperti ruang tunggu, toilet, musala, loket serta fasilitas yang mendukung akses bagi penyandang disabilitas.

As’ad mengatakan pengembangan layanan akan terus dilakukan mengikuti kebutuhan masyarakat.

“KAI terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan di Stasiun Gombong. Kami ingin stasiun ini terus tumbuh mengikuti kebutuhan masyarakat,” katanya.

Pertumbuhan jumlah penumpang menjadi gambaran bahwa fungsi Stasiun Gombong terus berkembang. Dari sebuah stasiun yang dibangun pada masa kolonial, kini tempat tersebut menjadi bagian dari denyut mobilitas masyarakat sekaligus gerbang untuk mengenal lebih jauh potensi wisata dan ekonomi di barat Kebumen.

“Kami akan terus menghadirkan layanan yang selamat, nyaman, dan andal agar Stasiun Gombong semakin memberikan manfaat bagi mobilitas masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Kebumen,” ujar As’ad.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut