Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kendal Tornado FC Bidik Tiga Poin di Kandang De Red FC, Target Promosi Mulai Diuji
Advertisement . Scroll to see content

6.000 Meter Persegi Lahan Hutan Desa Darupono Kalsel Kendal Dilalap Api

Jum'at, 11 September 2026 | 15:25 WIB
  • author Eddhie Prayitno
6.000 Meter Persegi Lahan Hutan Desa Darupono Kalsel Kendal Dilalap Api
Anggota TNI bersama Damkar Kendal melakukan pemadaman kebakaran hutan di Darupono. iNews

KENDAL,iNewsPantura.id – Api sempat mengancam kawasan hutan Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan Kendal, Jumat (11/9/2026). Kobaran yang membakar lahan sekitar 6.000 meter persegi itu berhasil dijinakkan sebelum meluas.

eberadaan api pertama kali diketahui personel Koramil 11/Kaliwungu yang tengah melakukan patroli sekitar pukul 09.10 WIB. Sertu Agus dan Sertu Eko melihat titik api di kawasan hutan dan segera melaporkannya.

Laporan tersebut langsung direspons. Personel TNI bersama BPBD Kendal, pemadam kebakaran dan warga bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Danramil 11/Kaliwungu Kapten Inf Siswanto mengatakan, kecepatan penanganan menjadi langkah penting setelah titik api ditemukan.

“Begitu anggota yang sedang patroli melihat adanya titik api, kami langsung berkoordinasi dengan pihak terkait. Anggota Koramil bersama BPBD, Damkar dan warga kemudian bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujarnya.

Petugas gabungan kemudian melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Personel BPBD Kendal Taufiq Rohman mengatakan, proses pemadaman berjalan aman dan lancar. Berdasarkan penanganan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 6.000 meter persegi.

“Api berhasil dipadamkan dengan aman dan tidak ada korban jiwa maupun korban luka,” kata Taufiq.

Kejadian tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya patroli di kawasan hutan, terutama untuk mendeteksi kebakaran sejak awal.

Jika titik api terlambat diketahui, kobaran berpotensi cepat meluas dan menyulitkan proses pemadaman.

Karena itu, Siswanto mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga kawasan hutan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Masyarakat juga diminta segera melapor jika menemukan asap atau titik api. “Apabila melihat adanya titik api, segera laporkan kepada aparat atau petugas terkait agar dapat ditangani sedini mungkin,” pesannya.

Kolaborasi aparat dan warga diharapkan terus diperkuat untuk mengantisipasi karhutla. Terlebih, penanganan pada tahap awal dinilai jauh lebih efektif untuk mencegah api menjalar ke kawasan yang lebih luas.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut