Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pesta Literasi Indonesia 2026 Menyapa Empat Kota, Dorong Masyarakat Kritis Membaca Republik
Advertisement . Scroll to see content

Dari Arena Lomba, PMR Kendal Disiapkan Jadi Relawan Muda

Sabtu, 12 September 2026 | 18:12 WIB
  • author Eddhie Prayitno
Dari Arena Lomba, PMR Kendal Disiapkan Jadi Relawan Muda
Upacara pembukaan Invitasi PMR PMI Kendal 2026 di SMK Muhammadiyah 3 Weleri. dokumen

KENDAL,iNewsPantura.id — Menjadi anggota Palang Merah Remaja (PMR) bukan sekadar mampu melakukan pertolongan pertama. Mereka juga dituntut memiliki keberanian, kepedulian, dan kemampuan mengambil keputusan ketika berhadapan dengan situasi yang membutuhkan pertolongan.

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam Invitasi PMR PMI Kendal 2026 yang berlangsung di SMK Muhammadiyah 3 Weleri. Kegiatan itu diikuti lebih dari 468 anggota PMR dari 52 unit sekolah se-Kabupaten Kendal.

Peserta terbagi dalam 26 unit PMR Madya tingkat SMP dan 26 unit PMR Wira tingkat SMA/SMK. Mereka diuji melalui lima materi, yakni Pertolongan Pertama, Perawatan Keluarga, Pendidikan Remaja Sebaya, Kesiapsiagaan Bencana, dan jurnalistik.

Bagi PMI Kendal, perlombaan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan kader muda kemanusiaan. Sebab, keterampilan yang dimiliki anggota PMR diharapkan tidak berhenti di arena kompetisi.

Kepala Bidang SDM, Diklat dan Relawan PMI Kendal, Nurhadi, mengatakan peserta harus mampu membawa ilmu yang diperoleh ke kehidupan sehari-hari.

“Target utamanya bukan hanya piala. Kalian harus terampil, kompeten dan mampu mengimplementasikan ilmu yang dipelajari,” tegas Nurhadi.

Menurutnya, pengalaman mengikuti kegiatan semacam itu penting untuk membangun kesiapan anggota PMR ketika menghadapi persoalan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Hal itu terutama berkaitan dengan kemampuan pertolongan pertama dan kesiapsiagaan bencana. Dalam kondisi nyata, seseorang tidak selalu berhadapan dengan situasi yang sama seperti saat latihan.

Panitia Invitasi PMR PMI Kendal, Fahrur Khusaini, mengatakan peserta harus mampu memahami kondisi sebelum menentukan tindakan.

“Jangan hanya terpaku pada hafalan. Kasus di lapangan bisa berbeda-beda. Karena itu, peserta harus mampu membaca situasi, memahami kondisi korban dan menentukan penanganan yang sesuai,” ujarnya.

Materi perlombaan pun dibuat dekat dengan kehidupan remaja. Peserta tidak hanya diuji mengenai pengetahuan, tetapi juga kemampuan menerapkannya ketika menghadapi persoalan di sekolah, keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Kami ingin keterampilan yang dilombakan benar-benar menjadi bekal peserta. Ketika ada kejadian di sekolah, keluarga atau lingkungan sekitar, mereka memiliki pengetahuan dan keberanian untuk mengambil tindakan yang tepat,” kata Fahrur.

Untuk menjaga kualitas penilaian, PMI Kendal melibatkan juri dari luar daerah. Dewan juri berasal dari PMI Provinsi Jawa Tengah serta PMI kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah.

Selain menjaga objektivitas, keterlibatan juri dari berbagai daerah juga menjadi ruang bertukar pengalaman dalam pembinaan PMR.

PMI Kendal berharap pengalaman tersebut mampu menumbuhkan motivasi sekaligus karakter kerelawanan sejak usia sekolah. Para anggota PMR diharapkan tidak hanya pulang membawa pengalaman bertanding, tetapi juga membawa keterampilan yang berguna ketika orang lain membutuhkan bantuan.

“Harapannya, mereka tidak berhenti sebagai juara lomba, tetapi tumbuh menjadi calon-calon relawan yang andal, sigap dan peduli terhadap sesama,” pungkas Fahrur.

 

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut