Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Peringati Hari Bumi, Tanam 20.000 Pohon Kopi di Desa Pegunungan Cegah Sedimentasi
Advertisement . Scroll to see content

Dieng Jadi Pilot Project GI Tourism, Wisatawan Diajak Kenal Produk hingga Kultur Warga

Rabu, 23 September 2026 | 20:29 WIB
  • author Fauzy
Dieng Jadi Pilot Project GI Tourism, Wisatawan Diajak Kenal Produk hingga Kultur Warga
kawasan wisata deng. (Foto: Istimewa).

BANJARNEGARA,iNewsPantura.id – Dataran Tinggi Dieng yang berada di wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo dipilih menjadi pilot project pertama di Indonesia untuk pengembangan Geographical Indication (GI) Tourism atau pariwisata berbasis Indikasi Geografis (IG).

Konsep tersebut tidak hanya menawarkan kunjungan ke destinasi wisata. Wisatawan nantinya diajak mengenal lebih dekat produk khas daerah, mulai dari asal-usul, proses produksi, budaya hingga kehidupan masyarakat yang berada di balik produk tersebut.

Sebagai persiapan, Tim Pilot Project GI Tourism Indonesia melakukan trial trip atau uji jalur wisata di sejumlah kawasan Dieng selama tiga hari dua malam, 21-23 September 2026.

Uji jalur tersebut dilanjutkan dengan forum diskusi di Bukit Scooter, Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Selasa malam (23/9). Forum melibatkan Kementerian Hukum RI, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, pelaku usaha pariwisata, media, serta Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG).

Ketua Pilot Project GI Tourism Indonesia, Kristiono Hadi Pranoto, mengatakan trial trip menjadi bagian dari persiapan sebelum GI Tourism Indonesia diperkenalkan secara global dalam forum internasional di Bali pada 6-7 Oktober 2026.

Menurutnya, GI Tourism dirancang sebagai wisata minat khusus yang menghubungkan destinasi dengan produk unggulan berindikasi geografis.

“Kawasan Dataran Tinggi Dieng ini dipilih sebagai pilot project nasional karena memiliki lanskap geografis yang kuat, keindahan alam, budaya dan tiga produk IG unggulan,” kata Kristiono.

Tiga produk indikasi geografis yang menjadi bagian dari konsep tersebut yakni Kopi Arabika Pegunungan Dieng dari Banjarnegara serta Carica dan Purwaceng dari Wonosobo.

Produk tersebut nantinya tidak hanya ditempatkan sebagai oleh-oleh, tetapi menjadi bagian dari pengalaman perjalanan wisatawan.

Dalam trial trip, tim mengeksplorasi sejumlah destinasi yang dinilai memiliki potensi dikembangkan sebagai hidden gems di kawasan Dieng.

Salah satu konsep yang diperkenalkan yakni Dieng Kopi Ritual. Wisatawan nantinya dapat masuk ke kebun kopi untuk melihat proses penanaman, perawatan hingga pengolahan kopi.

Pengalaman tersebut kemudian dilanjutkan dengan menikmati kopi dan hidangan khas dengan latar kawasan Candi Dwarawati.

“Jadi nanti wisatawan tidak hanya mendapatkan edukasi dari prosesnya, tetapi juga mendapatkan pengalaman tak terlupakan dari kunjungan wisatanya,” ujar Kristiono.

Direktur Merek dan Indikasi Geografis Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum RI, Fajar Sulaeman Taman, mengatakan konsep GI Tourism diharapkan dapat menjadikan produk berindikasi geografis sebagai bagian dari pengalaman wisata.

Dengan demikian, wisatawan dapat mengenal produk sekaligus budaya dan masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari proses produksinya.

“Wisatawan akan lebih dekat dengan produk sekaligus budaya dan masyarakat yang berada di balik produk tersebut. Kedatangan para wisatawan ini juga nantinya diharapkan akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat,” kata Fajar.

Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali menyambut penunjukan Dieng sebagai pilot project GI Tourism nasional.

Menurutnya, konsep tersebut membuka peluang agar wisatawan tidak hanya datang ke objek wisata, tetapi juga berinteraksi dengan kehidupan masyarakat Dieng.

“Wisatawan yang datang ke sini tidak hanya mengunjungi tempat wisata, tetapi juga beraktivitas dan menyatu dengan kultur budaya masyarakat Dieng, kulinernya, hingga oleh-oleh khasnya,” ujarnya.

Wakhid juga menilai pengembangan GI Tourism dapat memperkuat kerja sama Banjarnegara dan Wonosobo dalam mengelola potensi kawasan Dieng.

Menurutnya, kedua daerah memiliki kepentingan yang sama untuk mengembangkan potensi alam, budaya, produk unggulan, serta masyarakat di kawasan tersebut.

“Dua daerah mendapatkan manfaat dari ini. Jadi nanti tidak perlu ada perdebatan Dieng Banjarnegara atau Dieng Wonosobo. Keduanya saling melengkapi dan bersama-sama memajukan potensi yang ada,” tegasnya.

Melalui GI Tourism, Dieng diarahkan tidak hanya dikenal sebagai kawasan wisata alam. Produk indikasi geografis, budaya, kuliner, serta kehidupan masyarakat diharapkan menjadi bagian dari perjalanan wisata yang memberikan nilai tambah bagi daerah dan pelaku ekonomi lokal.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut