Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sekolah Cuaca BMKG Tingkatkan Keselamatan dan Hasil Tangkapan Nelayan Kendal
Advertisement . Scroll to see content

Nelayan Kendal Mulai Didorong Tak Hanya Andalkan Pengalaman

Selasa, 29 September 2026 | 10:44 WIB
  • author Eddhie Prayitno
Nelayan Kendal Mulai Didorong Tak Hanya Andalkan Pengalaman
Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di Balai Desa Gempolsewu. Eddie prayitno/ iNews

KENDAL,iNewsPantura.id – Pengalaman membaca tanda-tanda alam selama melaut menjadi bekal penting bagi nelayan. Namun, di tengah perubahan kondisi cuaca dan laut yang sulit diprediksi, pengetahuan tersebut kini perlu dilengkapi dengan informasi berbasis teknologi.

Upaya memperkuat kemampuan tersebut dilakukan melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang digelar BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang di Balai Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari.

Sebanyak 35 peserta yang terdiri atas nelayan, penyuluh perikanan, dan koordinator nelayan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai cara memahami informasi gelombang, arus laut, angin, hingga kondisi cuaca sebelum berangkat melaut.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang, Taruna Mona Rachman, mengatakan informasi cuaca seharusnya menjadi bagian dari persiapan nelayan sebelum meninggalkan daratan.

“Nelayan perlu mengetahui kondisi cuaca dan laut sebelum melaut. Informasi mengenai cuaca ekstrem, tinggi gelombang, dan arah angin dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan apakah kondisi aman untuk beraktivitas,” katanya.

Menurut dia, pemahaman tersebut penting karena keselamatan nelayan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengoperasikan kapal. Keputusan berlayar dengan mempertimbangkan kondisi alam juga menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di laut.

Materi yang diberikan dalam SLCN tidak hanya berkaitan dengan keselamatan. Nelayan juga diperkenalkan dengan pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi INAWIS.

Aplikasi tersebut dapat membantu memberikan informasi mengenai kondisi perairan dan potensi lokasi ikan. Dengan demikian, nelayan tidak sepenuhnya mengandalkan perkiraan berdasarkan pengalaman ketika menentukan daerah tangkapan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal, Hudi Sambodo, mengatakan teknologi dapat menjadi pelengkap pengetahuan yang selama ini diwariskan antargenerasi.

“Pengetahuan nelayan yang diperoleh secara turun-temurun tetap menjadi modal penting. Tetapi sekarang bisa dilengkapi dengan informasi teknologi, sehingga nelayan memiliki data tambahan sebelum menentukan daerah tangkapan,” ujarnya.

Ia berharap pemanfaatan informasi tersebut dapat membuat kegiatan penangkapan ikan lebih efektif. Nelayan memiliki gambaran mengenai kondisi perairan sekaligus potensi lokasi ikan sebelum menentukan tujuan.

Bagi Kendal, kebutuhan terhadap informasi tersebut cukup besar. Sebab, berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan, terdapat sekitar 9.400 nelayan aktif dengan jumlah armada mencapai sekitar 3.400 perahu atau kapal.

Sebagian besar armada tersebut merupakan kapal kecil dengan ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT). Kondisi itu membuat kemampuan nelayan memahami situasi laut menjadi semakin penting sebelum melakukan perjalanan.

Kepala Desa Gempolsewu, Carmadi, mengatakan pembekalan semacam itu memberikan pengetahuan baru bagi nelayan, terutama dalam memanfaatkan teknologi yang sebelumnya belum banyak digunakan dalam aktivitas penangkapan ikan.

“Informasi cuaca dan potensi lokasi ikan sangat membantu nelayan. Harapannya, teknologi bisa dimanfaatkan untuk mendukung pengalaman yang sudah mereka miliki,” katanya.

Dengan bekal tersebut, nelayan diharapkan tidak hanya berangkat melaut berdasarkan kebiasaan atau perkiraan, tetapi juga mempertimbangkan informasi mengenai kondisi laut dan cuaca. Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan sekaligus efisiensi aktivitas penangkapan ikan.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut