Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bingung Buang Minyak Jelantah? Yuk Sulap Jadi Aroma Terapi
Advertisement . Scroll to see content

Minyak Jelantah Jadi Biodiesel, Warga Sokanegara Belajar Mengolah Limbah Dapur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:51 WIB
  • author Saladin Ayyubi
Minyak Jelantah Jadi Biodiesel, Warga Sokanegara Belajar Mengolah Limbah Dapur
Proses belajar pembuatan biodiesel dari bahan minyak jelantah. (Foto: Istimewa).

PURWOKERTO,iNewsPantuura.id – Minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah dapur ternyata masih bisa diberi nilai guna. Warga Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, diajak mengolah minyak bekas memasak tersebut menjadi biodiesel.

Pelatihan pemanfaatan minyak jelantah itu digelar di Pusat Daur Ulang (PDU) Sokanegara melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

Kegiatan mengusung tema “Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel sebagai Implementasi Smart Waste Management Berbasis Circular Economy”.

Program tersebut merupakan kelanjutan kegiatan serupa yang telah dilaksanakan di PDU Sokanegara pada 2025. Jika sebelumnya masyarakat dikenalkan dengan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun, kali ini limbah dapur tersebut diperkenalkan sebagai bahan baku biodiesel.

Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pengolahan. Minyak jelantah yang terkumpul terlebih dahulu disaring untuk menghilangkan kotoran, kemudian melalui proses penjernihan sebelum diolah lebih lanjut menjadi biodiesel.

Menariknya, sebelum pelatihan dimulai, peserta mengikuti pretest untuk mengetahui pemahaman awal mereka. Hasilnya menunjukkan sebagian besar peserta belum mengetahui biodiesel maupun pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan bakunya.

Pengetahuan tersebut kemudian diperkuat melalui pemaparan materi dan pendampingan praktik oleh tim pengabdian yang diketuai Efita Pratiwi Adi.

Tim juga melibatkan Indah Setiawati, Ika Maulita, Aris Haryadi, dan Mardiyah Kurniasih, serta empat mahasiswa Unsoed.

Puncak kegiatan ditandai dengan uji nyala biodiesel hasil pengolahan. Biodiesel yang dihasilkan dapat menyala saat diuji di hadapan peserta.

Ketua Tim Pengabdian, Efita Pratiwi Adi, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat mengubah pandangan masyarakat terhadap minyak jelantah.

“Kami berharap edukasi dan inovasi melalui kegiatan ini dapat membantu mengurangi limbah minyak jelantah yang berpotensi mengganggu lingkungan. Di sisi lain, masyarakat juga dapat mengenal potensi pemanfaatannya sebagai salah satu alternatif bahan bakar,” kata Efita.

Menurutnya, pendekatan circular economy mendorong agar minyak jelantah tidak berhenti sebagai limbah, tetapi dikumpulkan, diolah, dan diberi nilai baru.

Dari kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan bahwa limbah rumah tangga yang selama ini dianggap tidak berguna masih dapat dimanfaatkan kembali melalui pengetahuan dan teknologi.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut