Mayat Terborgol Ditemukan di Bangunan Calon Dapur SPPG di Jalan Lingkar Kaliwungu Kendal
KENDAL,iNewsPantura.id – Warga Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, digegerkan penemuan mayat laki-laki tanpa identitas di sebuah bangunan yang disiapkan menjadi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Selasa 6 oktober 2026.
Jasad ditemukan dalam kondisi membusuk di lantai dua bangunan di Jalan Lingkar Kaliwungu. Penemuan jasad tersebut cukup mengundang perhatian. Sebab, tangan kiri korban ditemukan dalam kondisi terborgol dan terikat pada teralis jendela. Di sekitar jasad juga ditemukan sejumlah bercak darah.
Warga setempat, Eko Mulyono, mengatakan keberadaan jasad sebenarnya sempat diketahui dari informasi sekelompok anak punk pada Sabtu (3/10). Mereka keluar dari bangunan dan memberitahukan kepada tukang parkir bahwa terdapat mayat di dalam bangunan.
Namun, informasi tersebut tidak langsung ditindaklanjuti karena dianggap sebagai gurauan.
“Anak-anak punk mengabarkan ke tukang parkir kalau ada mayat. Tetapi tukang parkir tidak mengecek karena menganggap hanya guyonan,” ujar Eko.
Beberapa hari kemudian, warga mulai mencium bau tidak sedap dari sekitar bangunan. Eko bersama ketua RW dan warga kemudian mengecek sumber bau tersebut. Mereka terkejut setelah mendapati jasad laki-laki tergeletak di lantai dua.
“Karena bau tidak sedap, saya kemudian mengajak Pak RW dan warga untuk mengecek. Ternyata benar ada mayat yang sudah membusuk,” katanya.
Ketua RW setempat, Budiono, membenarkan penemuan tersebut. Saat masuk ke bangunan, warga mencium bau menyengat dan mendapati jasad korban dalam kondisi mengenaskan.
“Tangan korban terborgol dengan teralis jendela. Di lantai sekitar mayat juga terdapat banyak bercak darah,” ungkapnya.
Bangunan tersebut diketahui milik Hasan Masturi dan disewa untuk dijadikan dapur SPPG. Namun, hingga saat ini bangunan tersebut belum digunakan karena dapur belum beroperasi.
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada Polsek Brangsong. Petugas bersama tim Inafis dan Satreskrim Polres Kendal langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dalam pemeriksaan awal, polisi menemukan dua bilah pisau dapur dan gunting. Petugas juga menemukan sandal yang terdapat bercak darah di sekitar lokasi.
Polisi belum mengungkap identitas korban maupun penyebab kematiannya. Untuk mengungkap kasus tersebut, Polres Kendal berkoordinasi dengan Jatanras dan Inafis Polda Jawa Tengah untuk melakukan olah TKP lanjutan.
Jasad korban yang diperkirakan berusia sekitar 40 tahun kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk menjalani autopsi. Hasil autopsi diharapkan dapat mengungkap penyebab kematian sekaligus membantu polisi mengidentifikasi korban.
KENDAL,iNewsPantura.id – Warga Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, digegerkan penemuan mayat laki-laki tanpa identitas di sebuah bangunan yang disiapkan menjadi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Selasa 6 oktober 2026.
Jasad ditemukan dalam kondisi membusuk di lantai dua bangunan di Jalan Lingkar Kaliwungu. Penemuan jasad tersebut cukup mengundang perhatian. Sebab, tangan kiri korban ditemukan dalam kondisi terborgol dan terikat pada teralis jendela. Di sekitar jasad juga ditemukan sejumlah bercak darah.
Warga setempat, Eko Mulyono, mengatakan keberadaan jasad sebenarnya sempat diketahui dari informasi sekelompok anak punk pada Sabtu (3/10). Mereka keluar dari bangunan dan memberitahukan kepada tukang parkir bahwa terdapat mayat di dalam bangunan.
Namun, informasi tersebut tidak langsung ditindaklanjuti karena dianggap sebagai gurauan.
“Anak-anak punk mengabarkan ke tukang parkir kalau ada mayat. Tetapi tukang parkir tidak mengecek karena menganggap hanya guyonan,” ujar Eko.
Beberapa hari kemudian, warga mulai mencium bau tidak sedap dari sekitar bangunan. Eko bersama ketua RW dan warga kemudian mengecek sumber bau tersebut. Mereka terkejut setelah mendapati jasad laki-laki tergeletak di lantai dua.
“Karena bau tidak sedap, saya kemudian mengajak Pak RW dan warga untuk mengecek. Ternyata benar ada mayat yang sudah membusuk,” katanya.
Ketua RW setempat, Budiono, membenarkan penemuan tersebut. Saat masuk ke bangunan, warga mencium bau menyengat dan mendapati jasad korban dalam kondisi mengenaskan.
“Tangan korban terborgol dengan teralis jendela. Di lantai sekitar mayat juga terdapat banyak bercak darah,” ungkapnya.
Bangunan tersebut diketahui milik Hasan Masturi dan disewa untuk dijadikan dapur SPPG. Namun, hingga saat ini bangunan tersebut belum digunakan karena dapur belum beroperasi.
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada Polsek Brangsong. Petugas bersama tim Inafis dan Satreskrim Polres Kendal langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dalam pemeriksaan awal, polisi menemukan dua bilah pisau dapur dan gunting. Petugas juga menemukan sandal yang terdapat bercak darah di sekitar lokasi.
Polisi belum mengungkap identitas korban maupun penyebab kematiannya. Untuk mengungkap kasus tersebut, Polres Kendal berkoordinasi dengan Jatanras dan Inafis Polda Jawa Tengah untuk melakukan olah TKP lanjutan.
Jasad korban yang diperkirakan berusia sekitar 40 tahun kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk menjalani autopsi. Hasil autopsi diharapkan dapat mengungkap penyebab kematian sekaligus membantu polisi mengidentifikasi korban.
Editor: Eddie Prayitno