Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Krisis Air Bersih Meluas Jurnalis TV Patungan Salurkan 15.000 Liter Air ke Warga Demak
Advertisement . Scroll to see content

Warga Banyumas Keluhkan Air Tak Lancar Meski Tagihan Tetap Dibayar

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:28 WIB
  • author Saladin Ayyubi
Warga Banyumas Keluhkan Air Tak Lancar Meski Tagihan Tetap Dibayar
Sulitnya air membuat PDAM Perumdam Satria harus mendistribusikan air bersih ke beberapa warga yang mengeluhkan.dokumen

BANYUMAS,iNewsPantura.id – Krisis air bersih mulai membebani warga di sejumlah wilayah Purwokerto, Kabupaten Banyumas, seiring memasuki musim kemarau. Debit air yang menurun membuat distribusi ke pelanggan terganggu, sehingga warga harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi ini dikeluhkan warga karena air bersih merupakan kebutuhan pokok untuk memasak, mandi, mencuci, hingga konsumsi. Sebagian warga terpaksa menunggu bantuan distribusi air menggunakan mobil tangki atau membeli air galon, yang menambah pengeluaran rumah tangga.

Salah seorang warga, Djoko, mengaku kecewa karena pelayanan air bersih belum berjalan optimal. Padahal, ia tetap membayar tagihan bulanan secara rutin, meski pasokan air yang diterimanya tidak selalu lancar.

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Teknik Perumdam Satria, Wipi, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan. Ia menjelaskan, musim kemarau menyebabkan debit air baku menurun drastis, terutama dari Mata Air Kawungcarang yang menjadi salah satu sumber pasokan bagi wilayah yang dikeluhkan Djoko.

“Dampak kemarau menyebabkan debit air baku secara umum berkurang drastis. Yang sangat signifikan adalah sumber mata air Kawungcarang, yang pendistribusiannya ke wilayah yang dikeluhkan Bapak Djoko,” ujar Wipi.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Perumdam Satria telah mengaktifkan sumur dalam cadangan dan mengoptimalkan sumber air yang tersedia. Pihaknya juga mencari sumber air tambahan di sekitar mata air serta mengatur katup distribusi agar aliran dapat dibagi lebih merata kepada pelanggan.

Selain keterbatasan air baku, Perumdam melakukan perbaikan jaringan dengan mengganti pipa yang mengalami kebocoran dan mempercepat penanganan kerusakan.

Khusus di wilayah yang dikeluhkan warga, penggantian pipa dari perempatan Srimaya di Jalan Perintis Kemerdekaan hingga perempatan Karangpucung telah selesai pada pekan sebelumnya. Jalur tersebut sebelumnya menggunakan pipa lama berbahan asbestos cement pipe (ACP) dan galvanized iron pipe (GIP) yang mengalami banyak titik kebocoran.

Meski pekerjaan penggantian pipa telah rampung, aliran air membutuhkan waktu untuk kembali normal. Perumdam berharap distribusi segera membaik, meskipun debit air baku masih terbatas akibat kemarau.

“Kami berharap aliran segera lancar dengan segala keterbatasan debit air baku yang ada. Kami juga mengimbau pelanggan untuk selalu memiliki tandon air yang cukup, sehingga ketika air mengalir, bisa ditampung,” kata Wipi.

Warga berharap langkah perbaikan yang dilakukan segera memberikan dampak nyata terhadap kelancaran pasokan air bersih. Kepastian distribusi dan informasi yang jelas dari penyedia layanan dinilai penting agar masyarakat dapat mengantisipasi kebutuhan sehari-hari.

Di tengah tantangan musim kemarau, kelancaran distribusi air menjadi pekerjaan rumah bagi Perumdam Satria. Sebab, bagi pelanggan, air bersih bukan sekadar layanan bulanan, melainkan kebutuhan mendasar yang harus tersedia untuk menunjang aktivitas rumah tangga.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut