KUDUS, iNewsPantura.id – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hingga akhir tahun anggaran 2025 kembali mengalami penyesuaian. Berdasarkan data terbaru per 31 Desember 2025, PAD Kudus tercatat mencapai Rp699,74 miliar atau 101,11 persen dari target sebesar Rp692,08 miliar.
Capaian tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan data sementara per 24 Desember 2025, yang saat itu realisasi PAD tercatat sebesar Rp696,2 miliar. Dengan masuknya penerimaan pada hari-hari terakhir tahun anggaran, realisasi PAD Kudus akhirnya menutup tahun dengan kinerja di atas target.
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus, Djati Solechah, menyampaikan bahwa capaian akhir tahun ini mencerminkan optimalisasi pengelolaan pendapatan daerah dari berbagai sektor.
“Berdasarkan rekapitulasi akhir per 31 Desember 2025, realisasi PAD Kabupaten Kudus mencapai Rp699,74 miliar atau 101,11 persen dari target,” ujarnya.
Djati menjelaskan, sektor pajak daerah terealisasi sebesar Rp327,18 miliar atau 100,23 persen dari target Rp326,43 miliar. Sementara itu, retribusi daerah kembali menjadi salah satu penopang utama PAD dengan realisasi Rp338,59 miliar atau 102,20 persen dari target Rp331,31 miliar.
Kinerja paling menonjol tercatat pada pos hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Dari target Rp10,83 miliar, realisasi mencapai Rp12,24 miliar atau 113,01 persen. Adapun pos lain-lain PAD yang sah belum sepenuhnya mencapai target, dengan realisasi Rp21,73 miliar atau 92,42 persen dari target Rp23,51 miliar.
Secara keseluruhan, pendapatan daerah Kabupaten Kudus pada 2025 juga melampaui target. Dari target sebesar Rp2,43 triliun, realisasi hingga akhir tahun tercatat mencapai Rp2,45 triliun atau 100,76 persen.
Djati kembali mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak dan retribusi daerah, sehingga target PAD dapat terlampaui hingga penutupan tahun anggaran.
“Partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam capaian ini. Pemerintah daerah berharap tren positif tersebut dapat terus terjaga untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik ke depan,” katanya.
Editor : Suryo Sukarno
Artikel Terkait
