Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Unikal menghadirkan inovasi dengan mengolah limbah cangkang telur menjadi pupuk organik bernama “Pucanglur”, yang dikembangkan dalam dua varian, yakni pupuk bubuk dan pupuk cair. Inovasi ini lahir dari hasil observasi lapangan selama pelaksanaan KKN di Desa Wonopringgo, yang memiliki potensi besar pada sektor kuliner seperti produksi nasi goreng dan jajanan pasar, namun belum diimbangi dengan pengelolaan limbah yang optimal.
Ketua Kelompok KKN Unikal, Iqbal Maulana Aziz, mengatakan bahwa program ini dirancang agar mudah diterapkan oleh masyarakat dan berkelanjutan.
“Cangkang telur selama ini hanya dibuang, padahal memiliki kandungan kalsium yang sangat baik untuk tanaman. Kami ingin masyarakat melihat bahwa limbah rumah tangga seperti ini punya nilai guna sekaligus nilai ekonomi,” ujar Iqbal.
Sosialisasi ini diikuti warga Dukuh Cempreng RT 10 dengan antusias. Selain mendapatkan materi, warga juga diajak praktik langsung pengolahan limbah cangkang telur, mulai dari pembersihan, pengeringan, penumbukan hingga halus, hingga pencampuran dengan perasan jeruk nipis untuk menghasilkan pupuk cair.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Warga aktif bertanya dan terlibat langsung dalam setiap tahapan pengolahan, menandakan ketertarikan untuk menerapkan inovasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Iqbal berharap, kegiatan ini tidak berhenti sebagai sosialisasi semata, tetapi mampu menggerakkan kesadaran kolektif masyarakat Desa Wonopringgo.
“Kami berharap setelah ini warga bisa mengembangkan pemanfaatan limbah cangkang telur, tidak hanya untuk kebutuhan pertanian sendiri, tetapi juga sebagai peluang usaha yang dapat menambah penghasilan,” pungkasnya.
Editor : Suryo Sukarno
