KENDAL,iNewsPantura.id – Pekerjaan proyek jalan nasional pada paket preservasi ruas Weleri–Kendal resmi memasuki tahap pelaksanaan. Salah satu titik utama pekerjaan berada di jalur Pantura Cepiring, Kabupaten Kendal, yang mulai diperbaiki sejak 19 Januari hingga 6 Maret 2026.
Proyek jalan nasional ini merupakan bagian dari program pemeliharaan dan peningkatan kualitas infrastruktur oleh Satuan Kerja Jalan Nasional Wilayah Jawa Tengah. Pada tahap awal, pekerjaan difokuskan di dua titik, yakni ruas Pantura Cepiring–Kebonharjo sepanjang 1,6 kilometer dan Jalan Raya Timur Kendal sepanjang 400 meter.
Pelaksana proyek dari PT Kadii, Teguh Wiyono, mengatakan pekerjaan telah dimulai sejak proses lelang rampung pada 15 Desember 2025. Tahap pertama ditargetkan selesai 15 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri guna mendukung kelancaran arus mudik.
“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan pemerintah daerah terkait rekayasa lalu lintas karena akan dilakukan penutupan total di beberapa titik. Kita pastikan pekerjaan di Pantura Cepiring selesai H-10 sebelum Lebaran,” ujarnya.
Jenis pekerjaan yang dilakukan meliputi penyempurnaan jalan beton guna meningkatkan kekuatan dan kenyamanan jalan nasional. Di kawasan pertigaan Sriagung Cepiring, konstruksi lama akan dibongkar total dan diganti dengan beton baru agar ketinggian jalan sejajar dengan lajur lainnya.
Dalam paket preservasi jalan nasional ruas Weleri–Kendal ini, total terdapat 10 titik pekerjaan yang tersebar di berbagai wilayah. Di antaranya meliputi batas Kabupaten Batang hingga Lingkar Weleri sepanjang 400 meter pada lajur kanan dan kiri, Lingkar Weleri, Lingkar Bodri, batas Kota Kendal hingga Lingkar Kaliwungu, Jalan Lingkar Kaliwungu kawasan Kawasan Industri Kendal (KIK), Jalan Walisongo Semarang, hingga jalan arteri Kota Semarang.
Terkait dampak pekerjaan terhadap lalu lintas, Satlantas Polres Kendal melakukan pengamanan dan pengaturan arus kendaraan, khususnya di jalur Pantura Cepiring yang menjadi titik padat kendaraan. Penutupan jalur dari arah barat diberlakukan mulai Kecamatan Cepiring hingga pertigaan Sriagung dengan sistem kontra flow.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk mengikuti rambu lalu lintas serta memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan selama proyek jalan nasional berlangsung.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
