Haul Wali Gembyang Jadi Ajang Sedekah, Ribuan Porsi Makanan Dibagikan Gratis

Eddhie Prayitno
Warga mengambil lontong opor dan soto yang disiapkan panitia Haul Wali Gembyang. Eddie prayitno/ iNews

KENDAL, iNewsPantura.id – Tradisi berbagi kembali mewarnai peringatan haul Wali Gembyang di Kelurahan Patukangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Minggu (29/03/2026)

Sedikitnya lebih dari 2.000 porsi lontong opor dan soto disiapkan panitia untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang hadir.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan haul, tetapi juga sekaligus menyambut tradisi Lebaran Ketupat yang masih dilestarikan oleh warga setempat. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi, saat warga mulai berdatangan ke kompleks makam Wali Gembyang.

Warga sekitar bersama panitia tampak bergotong royong menyiapkan hidangan. Menu yang disajikan berupa lontong opor lengkap dengan irisan ayam dan sambal goreng tahu, serta soto sebagai pelengkap.

Meski tergolong sederhana, tradisi makan bersama ini telah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian penting dari rangkaian haul. Selain sebagai bentuk sedekah, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antarwarga.

Ketua panitia haul, Jayus, mengatakan bahwa tradisi menyediakan makanan gratis sudah ada sejak lama dan terus dilestarikan hingga kini.

“Setiap tahun jumlahnya terus bertambah. Tidak hanya lontong opor dan soto, kami juga menyediakan minuman serta buah-buahan untuk para pengunjung,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada pelaksanaan tahun ini panitia juga memborong dagangan pedagang asongan di sekitar lokasi acara. Seluruh makanan tersebut kemudian dibagikan secara gratis kepada pengunjung.

Sementara itu, Takmir Musala Wali Gembyang, M. Toha, menjelaskan bahwa haul ini digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa Mbah Wali Gembyang dalam menyebarkan agama Islam di wilayah Kendal.

“Ini bentuk penghormatan kami kepada beliau sekaligus upaya menjaga tradisi agar tetap lestari,” katanya.

Haul Wali Gembyang sendiri rutin dilaksanakan setiap tanggal 9 Syawal. Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan tahlil, doa bersama, serta pengajian yang dipusatkan di kompleks makam Wali Gembyang di Kelurahan Patukangan.

Melalui tradisi ini, masyarakat tidak hanya menjaga nilai-nilai religius, tetapi juga memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial yang telah mengakar sejak lama.

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network