Ekonomi Banyumas Raya Tumbuh, Inflasi Tetap Terkendali

Saladin Ayyubi
Pertumbuhan Ekonomi Banyumas Raya Tembus 6 Persen, Konsumsi dan Investasi Jadi Penopang. (Foto : Istimewa).

PURWOKERTO, iNewsPantura.id – Perekonomian Banyumas Raya menunjukkan kinerja positif pada triwulan I 2026. Pertumbuhan ekonomi kawasan yang meliputi Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara ditopang oleh menguatnya konsumsi rumah tangga, investasi, aktivitas konstruksi serta sektor pertanian.

Berdasarkan paparan Bank Indonesia dalam Serayu Economic Updates di Lombok, pertumbuhan ekonomi tersebut antara lain didorong kenaikan upah minimum, pencairan THR, stimulus pemerintah, serta meningkatnya aktivitas masyarakat selama periode long festive season Ramadan dan Idulfitri. Berlanjutnya proyek strategis pemerintah dan swasta serta periode panen raya juga turut menopang pertumbuhan ekonomi.

Pada triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi tercatat 6,35 persen di Cilacap, 5,32 persen di Banyumas, 6,57 persen di Purbalingga dan 5,35 persen di Banjarnegara. Sektor ekonomi utama Banyumas Raya meliputi industri pengolahan, pertanian, kehutanan dan perikanan, perdagangan besar dan eceran, serta konstruksi.

Sementara dari sisi inflasi, kondisi Banyumas Raya masih berada dalam sasaran nasional. Inflasi IHK tercatat 3,19 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan 0,21 persen secara bulanan (month to month/mtm), dengan sasaran inflasi 2026 sebesar 2,5±1 persen. Inflasi inti mencapai 2,92 persen yoy, sedangkan inflasi volatile food sebesar 4,06 persen yoy.

Kenaikan inflasi terutama dipengaruhi harga daging ayam ras, cabai rawit, buncis, semangka dan kacang panjang. Kenaikan harga daging ayam antara lain berkaitan dengan meningkatnya permintaan pada momentum Hari Kemerdekaan dan Maulid Nabi, serta kenaikan harga pakan dan DOC.

Kepala Perwakilan BI Purwokerto Aswin Gantina mengatakan pengendalian inflasi di Banyumas Raya terus diperkuat melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif. Menurutnya, sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjadi bagian penting untuk menjaga stabilitas harga di wilayah Banyumas Raya.

“Ke depan, TPID Banyumas Raya terus memperkuat pengendalian inflasi melalui strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif,” ujar Aswin.

Di sisi lain, optimisme konsumen di Purwokerto juga mengalami penguatan. Survei Konsumen BI Purwokerto mencatat Indeks Keyakinan Konsumen meningkat dari 95,6 pada Juli menjadi 104,0 pada Agustus 2026. Penguatan tersebut dipengaruhi membaiknya persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun prospek ke depan.

Aswin juga menekankan pentingnya kualitas informasi ekonomi yang disampaikan kepada masyarakat, khususnya melalui pemberitaan media. Menurutnya, berita ekonomi berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat sehingga harus didukung data yang akurat dan proses konfirmasi yang memadai.

“Berita ekonomi, satu hal yang paling penting di antaranya adalah akurasi data dan konfirmasi, sehingga untuk masyarakat bisa lebih bermanfaat,” kata Aswin.

Selain menjaga stabilitas ekonomi, BI Purwokerto terus mendorong pengembangan UMKM melalui digitalisasi, hilirisasi pangan, perluasan akses pembiayaan, peningkatan produktivitas, pengembangan UMKM hijau hingga orientasi ekspor. Sepanjang 2019–2025, sebanyak 60 UMKM di Banyumas Raya tercatat berhasil go digital.

Penguatan ekonomi digital juga dilakukan melalui inovasi sistem pembayaran dan perluasan penggunaan QRIS. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong transaksi ekonomi yang semakin efisien sekaligus memperluas inklusi keuangan di Banyumas Raya.

 

Editor : Suryo Sukarno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network