513 Kilogram Sampah Diangkut dari Aksi Bersih-Bersih Pesisir Pelabuhan Kendal

Eddhie Prayitno
Aksi bersih-bersih kawasan Pelabuhan Kendal oleh ratusan relawan berbagai komunitas. (Foto: Eddie Prayitno/iNews).

KENDAL,iNewsPantura.id – Sebanyak 513 kilogram sampah didominasi plastik berhasil dikumpulkan dari kawasan pesisir Pelabuhan Kendal, Kecamatan Kaliwungu, Sabtu 26 september 2026. Sampah tersebut diangkat dalam aksi “Resik-Resik Pantai” yang melibatkan lebih dari 150 relawan dari berbagai komunitas, sekolah, perguruan tinggi, hingga unsur pemerintah dan aparat.

Sejak pukul 07.00 WIB, para relawan menyisir bibir pantai di sekitar kawasan pelabuhan. Mereka membawa karung dan alat penjepit untuk mengumpulkan sampah yang tersangkut di antara bebatuan pemecah ombak.

Botol plastik, kemasan makanan, serta berbagai jenis sampah rumah tangga ditemukan di sepanjang garis pantai. Sebagian besar sampah tersebut merupakan sampah yang terbawa arus dan ombak hingga menumpuk di kawasan pesisir.

Kegiatan yang diinisiasi Komunitas Hasanah Kendal itu tidak hanya diarahkan untuk membersihkan kawasan pantai, tetapi juga membangun kepedulian masyarakat terhadap persoalan sampah di wilayah pesisir.

Koordinator aksi, Nunuk Sarah, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari kepedulian generasi muda terhadap kondisi lingkungan pantai di kawasan Pelabuhan Kendal.

“Kami ingin mengembalikan keasrian Pelabuhan Kendal agar masyarakat bisa menikmati wisata pantai gratis ini dengan nyaman dan bersih,” kata Nunuk di lokasi kegiatan.

Menurut dia, kawasan pesisir Pelabuhan Kendal kerap menjadi tempat warga menikmati suasana pantai, terutama pada sore hari. Namun, keberadaan sampah plastik yang tersangkut di bebatuan menjadi persoalan yang mengurangi kenyamanan sekaligus berpotensi mengganggu ekosistem laut.

Karena itu, aksi bersih pantai diharapkan tidak berhenti pada kegiatan memungut sampah. Kesadaran masyarakat untuk mengurangi dan mengelola sampah juga dinilai penting agar persoalan serupa tidak terus berulang.

“Harapannya masyarakat, terutama pengunjung, semakin sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan dan ikut menjaga kebersihan kawasan pesisir,” ujarnya.

Aksi tersebut sekaligus menjadi ruang edukasi bagi pelajar dan generasi muda mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Selain itu, kegiatan menunjukkan pentingnya gotong royong antara komunitas, masyarakat, pemerintah, dan aparat dalam menangani persoalan lingkungan.

Sejumlah unsur yang terlibat antara lain Komunitas Hasanah, santri dan siswa MA Sabilunnajah Penjalin Brangsong, siswa MA Sunan Katong Kaliwungu, KAGAMA Kendal, Komunitas Perempuan Pesisir Indonesia, Komunitas Pecinta Alam BAKOPPAK Kaliwungu, mahasiswa Binus Kendal, serta dosen dan mahasiswa Poltekkes Semarang.

Kegiatan juga melibatkan SMAN 1 Kaliwungu, jajaran petugas Pelabuhan Kendal, Dinas Lingkungan Hidup Kendal, kru KP.IX-1008 Polairud Polda Jawa Tengah, Polsek Kaliwungu, dan Satpolairud Polres Kendal.

Pengumpulan 513 kilogram sampah dalam waktu sekitar tiga jam menjadi gambaran bahwa persoalan sampah di kawasan pesisir masih membutuhkan perhatian bersama. Kebersihan pantai tidak hanya bergantung pada kegiatan bersih-bersih, tetapi juga perilaku masyarakat dalam mengurangi sampah dan menjaga lingkungan setelah kawasan tersebut dibersihkan.

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network