SEMARANG,iNewsPantura.id – Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin mendorong Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Jawa Tengah dan Kota Semarang lebih aktif menyuarakan hak serta kebutuhan warga tunanetra kepada pemerintah.
Menurut Iswar, organisasi penyandang disabilitas tidak hanya berperan sebagai wadah berkumpul, tetapi juga memiliki posisi strategis dalam menghimpun aspirasi anggotanya dan memastikan kebutuhan mereka menjadi bagian dari kebijakan pemerintah.
Pesan tersebut disampaikan Iswar saat membuka Al-Qur’an Braille Camp yang dirangkai dengan Musyawarah Wilayah (Muswil) V ITMI Jawa Tengah dan Seminar Wawasan Kebangsaan di Asrama Haji Semarang.
“Saya ingin agar kemudian ITMI Jawa Tengah, Kota Semarang punya peran aktif untuk memperjuangkan kepentingan panjenengan sebagai warga negara,” kata Iswar.
Iswar menilai salah satu persoalan yang perlu terus diperjuangkan adalah aksesibilitas di ruang publik. Pembangunan yang inklusif, kata dia, harus memberikan kesempatan yang sama kepada penyandang disabilitas untuk beraktivitas dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Ia menegaskan, warga tunanetra memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan warga negara lainnya.
“Panjenengan memiliki kewajiban dan hak yang sama dengan warga negara yang lainnya,” ujarnya.
Menurut Iswar, keberadaan fasilitas seperti guiding block belum cukup jika tidak dibarengi penataan ruang publik yang benar-benar memperhatikan kebutuhan tunanetra.
Karena itu, edukasi kepada instansi pemerintah maupun swasta dinilai penting. Fasilitas yang sudah dibangun harus dipastikan aman dan dapat digunakan secara optimal oleh penyandang disabilitas.
Persoalan aksesibilitas juga berkaitan dengan transportasi publik. Iswar menyampaikan rencana kehadiran 27 unit bus low deck di Kota Semarang.
Armada tersebut diharapkan semakin membuka akses transportasi bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Pemerintah Kota Semarang, lanjut Iswar, terus mengembangkan transportasi publik sebagai bagian dari upaya meningkatkan mobilitas warga.
Sementara itu, Muswil V ITMI Jawa Tengah menjadi ruang bagi organisasi untuk menghimpun aspirasi dari anggotanya. Berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi warga tunanetra diharapkan dapat dirumuskan untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah.
Selain membahas penguatan organisasi dan hak penyandang disabilitas, rangkaian kegiatan tersebut juga diisi Seminar Wawasan Kebangsaan.
Iswar mengatakan, pemahaman kebangsaan penting diperkuat di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang dan kondisi yang beragam.
“Tidak hanya membutuhkan kemampuan dan pengetahuan, tetapi juga semangat kebersamaan, toleransi dan kecintaan terhadap Indonesia,” katanya.
Rangkaian Al-Qur’an Braille Camp, Muswil V ITMI Jawa Tengah, dan Seminar Wawasan Kebangsaan tersebut diikuti sekitar 160 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Kegiatan itu sekaligus menjadi forum pembelajaran, penguatan organisasi, serta ruang bagi warga tunanetra untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
