BANYUMAS,iNewsPantura.id – Kepedulian terhadap warga yang terdampak kemarau panjang di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, diwujudkan alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang tergabung dalam Gensoed Hub melalui aksi kemanusiaan bertajuk Gensoed Hub Berbagi.
Pada tahap awal, sebanyak lima tangki air bersih disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan, yakni Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, serta Desa Bantar dan Desa Karanglewas di Kecamatan Jatilawang.
Mahasiswa Teknik Pertanian Unsoed, Muhammad Fathoni Atthoriq, mengatakan penyaluran bantuan tersebut menjadi langkah awal untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau.
Pelepasan armada tangki air bersih dilaksanakan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini dihadiri Wakil Rektor III Unsoed Roy Andreas, S.Si., M.Si., Ph.D., selaku Pembina Perkumpulan Gensoed Hub, perwakilan alumni, mahasiswa Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pencinta Alam (UPL MPA) Unsoed, serta jajaran BPBD Banyumas.
Krisis air bersih di sejumlah wilayah Banyumas dilaporkan telah berlangsung selama sekitar tiga bulan. Kepala Seksi Pelayanan Masyarakat Desa Karanglewas, Sugono, mengatakan kondisi kekeringan mulai dirasakan warga sejak Juli setelah hujan terakhir turun pada Mei.
"Kekeringan di beberapa wilayah mulai terasa dari bulan Juli dan hujan terakhir terjadi pada bulan Mei," ujar Sugono.
Bagi warga terdampak, bantuan air bersih diharapkan dapat mengurangi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama ketika sumber air mulai terbatas akibat tidak turunnya hujan.
Gensoed Hub merencanakan aksi sosial ini berlangsung sebanyak tiga kali hingga 31 Oktober 2026. Setelah penyaluran tahap awal, kegiatan berikutnya dijadwalkan pada Sabtu, 24 Oktober dan 31 Oktober 2026, dengan harapan bantuan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Wakil Rektor III Unsoed Roy Andreas mengapresiasi kolaborasi alumni dan mahasiswa dalam membantu warga terdampak kekeringan. Menurutnya, bantuan darurat perlu berjalan beriringan dengan upaya pencegahan dan penanganan jangka panjang.
"Kami berharap program penanggulangan bencana ini terus berkelanjutan. Tidak hanya bantuan darurat, tetapi juga perlu dibarengi dengan program pencegahan bencana seperti penanaman pohon, serta penanganan jangka panjang melalui pembuatan sumur bor," tegas Roy.
Ia juga mengajak civitas akademika Unsoed dan organisasi alumni lainnya untuk ikut berpartisipasi, baik melalui donasi maupun keterlibatan langsung dalam penyaluran bantuan.
Gensoed Hub membuka peluang kolaborasi bagi pihak-pihak yang ingin berkontribusi dalam aksi kemanusiaan tersebut. Selain membantu kebutuhan air bersih dalam kondisi darurat, keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat mendorong upaya penanganan kekeringan yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Banyumas.
BANYUMAS,iNewsPantura.id – Kepedulian terhadap warga yang terdampak kemarau panjang di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, diwujudkan alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang tergabung dalam Gensoed Hub melalui aksi kemanusiaan bertajuk Gensoed Hub Berbagi.
Pada tahap awal, sebanyak lima tangki air bersih disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan, yakni Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, serta Desa Bantar dan Desa Karanglewas di Kecamatan Jatilawang.
Mahasiswa Teknik Pertanian Unsoed, Muhammad Fathoni Atthoriq, mengatakan penyaluran bantuan tersebut menjadi langkah awal untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau.
Pelepasan armada tangki air bersih dilaksanakan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini dihadiri Wakil Rektor III Unsoed Roy Andreas, S.Si., M.Si., Ph.D., selaku Pembina Perkumpulan Gensoed Hub, perwakilan alumni, mahasiswa Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pencinta Alam (UPL MPA) Unsoed, serta jajaran BPBD Banyumas.
Krisis air bersih di sejumlah wilayah Banyumas dilaporkan telah berlangsung selama sekitar tiga bulan. Kepala Seksi Pelayanan Masyarakat Desa Karanglewas, Sugono, mengatakan kondisi kekeringan mulai dirasakan warga sejak Juli setelah hujan terakhir turun pada Mei.
"Kekeringan di beberapa wilayah mulai terasa dari bulan Juli dan hujan terakhir terjadi pada bulan Mei," ujar Sugono.
Bagi warga terdampak, bantuan air bersih diharapkan dapat mengurangi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama ketika sumber air mulai terbatas akibat tidak turunnya hujan.
Gensoed Hub merencanakan aksi sosial ini berlangsung sebanyak tiga kali hingga 31 Oktober 2026. Setelah penyaluran tahap awal, kegiatan berikutnya dijadwalkan pada Sabtu, 24 Oktober dan 31 Oktober 2026, dengan harapan bantuan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Wakil Rektor III Unsoed Roy Andreas mengapresiasi kolaborasi alumni dan mahasiswa dalam membantu warga terdampak kekeringan. Menurutnya, bantuan darurat perlu berjalan beriringan dengan upaya pencegahan dan penanganan jangka panjang.
"Kami berharap program penanggulangan bencana ini terus berkelanjutan. Tidak hanya bantuan darurat, tetapi juga perlu dibarengi dengan program pencegahan bencana seperti penanaman pohon, serta penanganan jangka panjang melalui pembuatan sumur bor," tegas Roy.
Ia juga mengajak civitas akademika Unsoed dan organisasi alumni lainnya untuk ikut berpartisipasi, baik melalui donasi maupun keterlibatan langsung dalam penyaluran bantuan.
Gensoed Hub membuka peluang kolaborasi bagi pihak-pihak yang ingin berkontribusi dalam aksi kemanusiaan tersebut. Selain membantu kebutuhan air bersih dalam kondisi darurat, keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat mendorong upaya penanganan kekeringan yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Banyumas.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
