get app
inews
Aa Text
Read Next : Ratusan Warga Blora Gelar Aksi Tanam Pohon Pisang Sebagai Protes Kerusakan Jalan

Kisah Thomas Mayne: Buat Susu Milo untuk Atasi Kekurangan Gizi di Australia

Sabtu, 11 Februari 2023 | 10:09 WIB
header img
Milo adalah salah satu merk susu yang sangat terkenal di Indonesia. Susu Milo ternyata ditemukan oleh seorang ilmuwan Thomas Mayne untuk mengatasi masalah gizi di Australia pasca krisis global Tahun 1934.Foto:Milo

JAKARTA, iNewsPantura.id  - Milo adalah salah satu merk susu yang sangat terkenal di Indonesia. Banyak yang belum tahu jika Susu Milo ternyata ditemukan oleh seorang ilmuwan ternama asal Asutralia untuk mengatasi masalah gizi di Australia pasca krisis global Tahun 1934.

Thomas Victor Mayne atau yang lebih dikenal dengan nama Thomas Mayne adalah ilmuwan jenius peemu Susu Milo. Mayne yang lahir Fosterville, di dekat Bandigo pada 25 Desember 1901 itu sudah kehilangan ayahnya yang juga seorang manajer tambang emas saat dia usia 10 tahun.

Setelah ayahnya meninggal, Mayne yang merupakan anak tertua dari empat bersaudara harus membantu ibunya mengurus adik-adiknya.Saat kecil dia justru menonjol dengan bakat menyanyi nya sambil membantu mengurus adik-adiknya. Bakat menyanyi yang dimiliki bahkan mengantarkanya mendapat beasiswa di Holy Trinity College, Kew pada 1914, dengan jurusan kimia.

Pada 1920, dia bekerja di Bacchus Marsh sebagai asisten di laboratorium. Saat perusahaan tersebut diakuisisi perusahaan asal Swiss, Nestle, Mayne tetap bekerja di sana. Kemudian, Mayne pindah ke Sydney karena ingin melanjutkan pendidikan di bidang teknik kimia, di Sydney Technical College.

Dia kuliah pada malam hari dan bekerja di Nestle siang harinya. Sebagai sosok yang cerdas, meski kuliah sambil bekerja, ternyata Mayne mampu meraih nilai tertinggi sebagai siswa di seluruh negara bagian Australia. Dia pun dianugerahi medali oleh Gubernur New South Wales pada 1933. Pada saat yang sama, dia juga tengah melakukan penelitian dan pengembangan untuk menemukan formula minuman, yang sekarang dikenal dengan susu Milo. Dibantu sang istri, dia bekerja selama 80 jam seminggu.

Setelah empat tahun kerja keras, dia berhasil menemukan susu yang sekarang menjadi minuman susu favorit, dengan menggabungkan bahan-bahan yang dibuat khusus oleh Nestle dari cokelat, susu kental, dan ekstrak susu.
Namun saat itu, dia harus meyakinkan para petinggi Nestle untuk menerima produk tersebut, yang dikembangkan di negara lain. "Orang Swiss tidak mengira orang Australia menciptakannya. Saya telah menemukan formula ini sepanjang hidup saya. Banyak orang tidak siap untuk percaya bahwa orang Australia bisa menciptakan sesuatu," ujarnya.

Sementara dikutip dari laman Milo, Mayne membuat minuman tersebut karena ingin mengatasi masalah kekurangan gizi anak-anak di Australia akibat krisis ekonomi global pada 1934. Minuman tersebut dimaksudkan untuk menambah energi, vitamin dan mineral yang diperlukan bagi perkembangan komprehensif anak-anak.

Adapun nama Milo dipilih karena Mayne terinspirasi dari nama atlet legendaris abad ke-6 SM dari Croton, yang merupakan sebuah kota kecil di Yunani kuno. Dia terkenal sebagai Dewa Kekuatan, yang telah memenangkan Olimpiade sebanyak enam kali, dan berbagai kompetisi bergengsi.

Milo saat ini sudah tersebar di seluruh dunia. Produk ini diimpor ke Indonesia pada 1974. Enam tahun kemudian, Milo mulai diproduksi di pabrik Waru, Jawa Timur dan didstribusikan ke seluruh Indonesia dalam kemasan kaleng. Pada 2002, produksinya dipindahkan ke pabrik Kejayan di Jawa Timur. Kemasan Milo berganti dari kaleng menjadi boks. Pada 2009, Milo UHT diproduksi untuk pertama kalinya. Empat tahun kemudian, Milo memperkenalkan kemasan baru dalam bentuk pouch. Dan pada 2022, Milo diproduksi 100 persen di Indonesia, di Karawang, Jawa Barat.

 

 

Editor : Muhammad Burhan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut