get app
inews
Aa Text
Read Next : SPPG  DIV Program Polri di Sumberejo Semin Gunungkidul Ditutup Usai Diduga Terjadi Keracunan

Menu MBG Diduga Tercampur Cicak, SPPG Gunungkidul Lakukan Evaluasi

Senin, 12 Januari 2026 | 19:14 WIB
header img
Dandim 0730/Gunungkidul saat sidak ke SPPG Mulusan usai viral dugaan cicak dalam menu MBG TK ABA Grogol. Foto : iNewsPantura.id/ Kismaya

GUNUNGKIDUL, iNewsPantura.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di TK ABA Grogol, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendadak menjadi sorotan publik. Menu makanan yang disajikan kepada siswa diduga tercampur binatang jenis cicak dan viral di media sosial.

Peristiwa ini mencuat setelah salah satu wali murid menyampaikan keluhan melalui grup internal orang tua murid. Dalam unggahan yang kemudian beredar luas, disebutkan bahwa menu bakwan yang diterima diduga mengandung cicak.

Bahkan, menurut informasi yang beredar, binatang tersebut sempat termakan oleh salah satu orang tua penerima makanan sebelum akhirnya dimuntahkan kembali karena merasakan rasa yang tidak wajar. Setelah dilakukan pengecekan, barulah diketahui adanya binatang yang diduga cicak di dalam menu bakwan tersebut.

Kejadian ini berlangsung pada Jumat, 9 Januari 2026. Curhatan wali murid di grup internal tersebut kemudian menyebar dan viral di media sosial pada malam harinya, memicu beragam reaksi warganet terkait kualitas dan pengawasan program MBG.

Menanggapi kejadian tersebut, Komandan Kodim (Dandim) 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mulusan, Paliyan, selaku pihak penyedia MBG di sekolah tersebut.

Dandim membenarkan adanya keluhan yang disampaikan wali murid melalui pihak sekolah. Dalam sidak itu, Letkol Inf Alfian memastikan telah dilakukan pengecekan langsung ke dapur SPPG Mulusan sekaligus memberikan arahan agar pengawasan dan kualitas makanan ditingkatkan.

“Permasalahan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan antara pihak sekolah, wali murid, dan SPPG,” ujar Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan.

Sementara itu, Kepala SPPG Mulusan, Muhamad Agusto Re Firmansyah, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia menegaskan pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak sekolah serta wali murid yang bersangkutan dan sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Menurutnya, pengawasan makanan selama ini telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Namun demikian, pihak SPPG akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Kami akan melakukan evaluasi lebih mendalam guna meningkatkan kualitas dan pengawasan makanan ke depan,” jelasnya.

Meski persoalan telah diselesaikan secara kekeluargaan, warga berharap pengawasan terhadap program Makan Bergizi Gratis dapat diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan keamanan penerima manfaat benar-benar terjamin.

Editor : Suryo Sukarno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut