Jembatan Penghubung Kaliwungu–Brangsong Roboh Diterjang Banjir Sungai Waridin
KENDAL,iNewsPantura.id — Bencana banjir yang melanda aliran Sungai Waridin, Kabupaten Kendal, Jumat malam, meninggalkan kerusakan serius. Jembatan penghubung Desa Kumpulrejo Kecamatan Kaliwungu dengan Desa Kebonadem Kecamatan Brangsong putus dan hanyut diterjang derasnya arus sungai.
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah selatan Kendal sejak sore hingga malam hari. Debit Sungai Waridin meningkat tajam dan membawa material kayu serta sampah dalam jumlah besar. Tumpukan material itu tersangkut di bawah jembatan hingga akhirnya konstruksi tidak mampu menahan tekanan air.
Sabtu pagi, warga mendatangi lokasi untuk melihat kondisi jembatan yang kini nyaris hilang terbawa banjir. Jalur yang biasa digunakan masyarakat untuk aktivitas harian kini berubah menjadi titik kerusakan dengan badan jalan yang ikut longsor.
Tidak hanya merusak jembatan, derasnya banjir juga menggerus tanggul sungai sepanjang sekitar 50 meter. Kondisi tersebut membuat aliran sungai semakin mendekati kawasan permukiman warga.
Pintu air yang selama ini digunakan untuk menahan luapan Sungai Waridin juga dilaporkan hilang terbawa arus. Akibatnya, air sungai masuk ke permukiman dan merendam sejumlah rumah warga di bantaran sungai.
Kepala Desa Kumpulrejo Kaliwungu, Edi Hariyanto mengatakan, sebelum kejadian debit air sungai meningkat sangat cepat akibat hujan deras di wilayah hulu. Banyaknya kayu dan sampah yang terbawa arus memperparah tekanan pada jembatan.
“Kayu-kayu besar dan sampah tersangkut di bawah jembatan sehingga arus air menekan sangat kuat. Jembatan akhirnya tidak mampu bertahan dan hanyut terbawa banjir,” ujarnya.
Selain akses utama antar kecamatan terputus, jalan menuju kawasan permukiman juga mengalami kerusakan cukup parah. Sebagian badan jalan terkikis dan longsor akibat tergerus aliran air.
Warga kini diliputi kekhawatiran jika hujan deras kembali turun. Longsornya tanggul membuat permukiman yang berada di sekitar bantaran sungai semakin rawan terdampak banjir susulan.
Untuk sementara, warga bersama pemerintah desa memasang pembatas di sekitar lokasi jembatan yang putus guna menghindari kecelakaan. Pembersihan material sampah di sekitar aliran sungai juga dilakukan secara gotong royong.
Pemerintah desa berharap ada penanganan cepat dari Pemerintah Kabupaten Kendal, terutama untuk perbaikan tanggul sungai dan penggantian pintu air yang hilang. Penanganan dinilai mendesak agar banjir tidak kembali meluas ke permukiman warga saat debit Sungai Waridin meningkat.
Warga juga berharap pembangunan kembali jembatan segera direalisasikan karena akses tersebut menjadi jalur vital penghubung aktivitas masyarakat antara Kecamatan Kaliwungu dan Brangsong.
Editor : Eddie Prayitno