get app
inews
Aa Text
Read Next : Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI untuk Keluarga Sekolah Rakyat di Temanggung

Trauma Banjir Masih Membekas, Ibu Lansia di Pulosari Selamatkan Anak Kembar Disabilitas dari Maut

Jum'at, 30 Januari 2026 | 15:51 WIB
header img
Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono meninjau langsung layanan fisioterapi bagi anak penyandang disabilitas di lokasi pengungsian banjir Desa Penakir, Kabupaten Pemalang. Foto : Dok

PEMALANG, iNewsPantura.id — Derasnya air banjir yang melanda Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, menyisakan kisah pilu sekaligus mengharukan. Di tengah kepanikan ribuan warga yang mengungsi, Ibu Sartini harus menghadapi ketakutan terbesarnya: menyelamatkan dua anak kembarnya yang merupakan penyandang disabilitas ganda.

Banjir yang terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, datang saat hujan deras mengguyur wilayah Pulosari. Air perlahan merangsek ke rumah-rumah warga. Sartini, seorang ibu lanjut usia, hanya bisa menyaksikan air semakin mendekati halaman rumahnya dalam kondisi gelap dan mencekam.

Kedua anaknya merupakan penyandang disabilitas mental dan fisik. Mereka tidak mampu berjalan, hampir tidak pernah keluar rumah, serta mengalami kekakuan pada kaki dan tangan. Dalam kondisi itu, Sartini dilanda kepanikan.

“Menggendong satu anak saja sudah sangat berat, sementara ada dua anak yang sama-sama membutuhkan pertolongan,” ungkap salah satu petugas yang terlibat dalam proses evakuasi. 

Dengan keterbatasan fisik dan kondisi darurat, Sartini bersama suaminya hanya bisa meminta pertolongan. Beruntung, relawan segera datang mengevakuasi keluarga tersebut ke posko pengungsian Kecamatan Pulosari. Bagi Sartini, momen itu menjadi pengalaman paling menegangkan sekaligus menyelamatkan nyawa keluarganya.
Dari total sekitar 2.100 warga yang mengungsi akibat banjir Penakir, penyandang disabilitas menjadi kelompok paling rentan. Keterbatasan mobilitas serta ketergantungan pada orang lain membuat mereka membutuhkan penanganan khusus sejak fase tanggap darurat.

Merespons kondisi tersebut, Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Terpadu Kartini di Temanggung menurunkan Unit Mobile Rehabilitation (UMore) untuk melakukan penjangkauan langsung ke lokasi pengungsian warga Desa Penakir, Kamis, 29 Januari 2026.

UMore diterjunkan setelah adanya laporan dari perangkat desa mengenai keberadaan penyandang disabilitas yang belum terjangkau layanan. Tim melakukan asesmen menyeluruh terhadap anak dan penyandang disabilitas, sekaligus memberikan layanan rehabilitasi langsung di pengungsian.
Selain keluarga Sartini, tim UMore juga memberikan pendampingan kepada Amira Haflaika (5), penyandang disabilitas dengan diagnosis Cerebral Palsy, Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP), serta riwayat epilepsi. Layanan serupa diberikan kepada Rasyid (4), anak dengan Cerebral Palsy yang belum mampu berjalan akibat riwayat kejang demam. Keduanya mendapatkan fisioterapi langsung di lokasi pengungsian.

Kepala Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Nova Dwiyanto Suli, menjelaskan bahwa layanan UMore mencakup kegiatan Activity Daily Living (ADL), asesmen awal, terapi, hingga edukasi bagi keluarga penyandang disabilitas.

“Kami menurunkan fisioterapis untuk melakukan asesmen dan terapi awal, sekaligus memberikan penyuluhan kepada keluarga agar perawatan bisa berlanjut,” ujar Nova.

Selain layanan rehabilitasi, Kemensos juga menyalurkan bantuan alat bantu seperti kursi roda sesuai kebutuhan, serta memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi para pengungsi, khususnya anak-anak, guna membantu pemulihan trauma pascabencana.

Camat Pulosari, Arif Senoaji, mengapresiasi kehadiran layanan UMore dari Sentra Terpadu Kartini. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu warga penyandang disabilitas yang terdampak banjir.

“Kami benar-benar mengucapkan terima kasih. Layanan ini sangat berarti bagi warga kami yang berkebutuhan khusus,” katanya.

Perhatian terhadap korban banjir Pemalang juga datang langsung dari pemerintah pusat. Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, turun ke lokasi untuk menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir dan longsor, termasuk penyandang disabilitas.

“Kami memastikan negara hadir untuk melindungi kelompok paling rentan. Dalam kondisi bencana, penyandang disabilitas membutuhkan penanganan dan fasilitas khusus,” tegas Agus Jabo.

Ia menjelaskan, bantuan disalurkan melalui Program ATENSI, meliputi pemenuhan kebutuhan dasar, pendampingan psikososial, hingga alat bantu mobilitas seperti kursi roda.

“Ini bukan sekadar bantuan alat, tetapi bagian dari upaya pemulihan agar penyandang disabilitas tetap bisa menjalani hidup dengan lebih layak pascabencana,” ujarnya.

Kisah Ibu Sartini menjadi cermin nyata kerentanan penyandang disabilitas saat bencana terjadi. Di balik banjir yang melanda Pemalang, tersimpan perjuangan seorang ibu yang mempertaruhkan segalanya demi keselamatan anak-anaknya—sebuah potret kemanusiaan yang tak boleh terabaikan.

Editor : Suryo Sukarno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut