Mahasiswa Al-Azhar Asal Pekalongan Tewas Terseret Ombak, Keluarga Masih Menunggu Jenazah
PEKALONGAN, iNewsPantura.id – Duka mendalam menyelimuti Desa Pekiringan Alit, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Seorang mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, Muhamad Ashim Alfabirri (24), tewas setelah terseret arus dan ombak Laut Tengah di wilayah Dimyat, Mesir.
Kabar duka tersebut diterima keluarga pada Sabtu (31/1/2026) malam dan dikonfirmasi secara resmi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo. Sejak kabar itu datang, suasana rumah duka dipenuhi isak tangis keluarga dan kerabat yang terus berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa.
Ayah korban, Abdul Basit, mengaku syok mendengar kabar putra ketiganya yang selama ini dikenal pendiam dan tekun menuntut ilmu agama di Mesir.
“ Anak saya sedang mencari tempat untuk pertemuan untuk acara kampus, dia mempir ke wisata ke pantai Dinyat Mesir dan hanyut. Terakhir komunikasi masih baik, tidak ada firasat apa pun. Kami sekeluarga hanya bisa pasrah dan berdoa semoga anak kami husnul khatimah,” ujar Abdul Basit.
Ashim merupakan putra pasangan Abdul Basit dan Khuzaemah, warga Pekiringan Alit, Kajen. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat sekitar yang mengenal almarhum sebagai pribadi santun dan religius.
Pihak keluarga saat ini telah mengajukan permohonan bantuan kepada KBRI Mesir untuk penanganan jenazah almarhum sesuai prosedur yang berlaku. Namun hingga kini, belum ada kepastian terkait waktu pemulangan jenazah ke tanah air.
“Kami hanya berharap jenazah anak kami bisa segera dipulangkan. Kami mohon doa dari semua pihak,” lanjut Abdul Basit.
Selain Ashim, dalam peristiwa tersebut juga dilaporkan satu mahasiswa Al-Azhar asal Bengkulu yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Proses pencarian masih terus dilakukan oleh otoritas setempat di Mesir dengan dukungan koordinasi intensif dari KBRI Kairo serta komunitas mahasiswa Indonesia di Mesir.
Sementara itu, puluhan warga dan kerabat terus berdatangan ke rumah duka untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan. Doa dan harapan terus mengalir, baik untuk almarhum Ashim maupun mahasiswa lain yang hingga kini masih dalam pencarian.
Editor : Suryo Sukarno