Jalan Desa Mulus, Ratusan Warga di Blora Gelar Syukuran Unik Sepanjang Jalan
BLORA, iNewsPantura.id– Ratusan warga Dukuh Bulakan, Desa Termulus, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menggelar syukuran unik usai jalan di desa mereka selesai dibangun dan kini mulus.
Tak seperti biasanya, syukuran dilakukan di sepanjang ruas jalan desa, dengan membawa nasi kotak, jajanan pasar, dan tumpeng, Sabtu (31/1/2026).
Warga tampak antusias berkumpul dan berebut makanan yang telah disiapkan sebagai wujud rasa syukur.
Syukuran ini digelar karena warga telah bertahun-tahun menantikan perbaikan jalan yang sebelumnya rusak parah.
Jalan desa sepanjang 3,1 kilometer tersebut kini telah dibangun cor beton dan halus mulus.
Pembangunan jalan ini bersumber dari Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Tengah dengan anggaran mencapai Rp 11,27 miliar.
Salah seorang warga Dukuh Bulakan, Siti Maesaroh, mengaku bersyukur atas selesainya pembangunan jalan tersebut.
Menurutnya, kondisi jalan yang baik sangat membantu aktivitas warga sehari-hari.
“Sudah lama sekali kami berharap jalan ini diperbaiki. Sekarang sudah mulus, dulu kalau hujan gak bisa dilewati,” ujarnya.
Acara tasyakuran semakin semarak dengan pemotongan pita dan tumpeng oleh Bupati Blora Arief Rohman, sebagai tanda diresmikannya jalan tersebut.
Bupati hadir langsung bersama jajaran pemerintah daerah dan disambut antusias oleh warga.
Arief Rohman mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan desa diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ia juga mengingatkan warga agar memanfaatkan jalan dengan bijak.
“Jalannya sudah bagus, tapi jangan dibuat kebut-kebutan. Semoga dengan akses yang lebih baik, ekonomi warga bisa berkembang,” kata Arief.
Ia menambahkan, dengan kondisi jalan yang kini mulus, nilai tanah di wilayah tersebut juga ikut meningkat, sehingga diharapkan membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Usai acara tasyakuran, Bupati Blora bersama rombongan menjajal jalan baru tersebut dengan konvoi sepeda motor, menyusuri seluruh ruas jalan yang telah dibangun.
Editor : Suryo Sukarno