1.028 Warga Miskin Ekstrem di Cilacap Jadi Sasaran Utama Program SiTaskin
CILACAP , iNewsPantura.id - Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan terus melanjutkan Program Sinergitas Percepatan Pengentasan Kemiskinan atau SiTaskin. Kali ini, Desa Sidaurip, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, yang masuk kategori desil satu atau miskin ekstrem masih cukup tinggi. Sebanyak 1.028 warga desa Sidaurip tercatat sebagai miskin ektrem dengan tingkat kemiskinan mencapai 11,47 persen.
SiTaskin di Cilacap merupakan kolaborasi lintas kementerian, lembaga serta mitra sosial dalam satu rangkaian program terpadu. Terdapat Kementrian Agama Republik Indonesia melalui program kampung zakat, selain itu Badan Amin Zakat Nasional menyalurkan 100 paket sembako, 100 santunan bagi kelompok rentan serta 100 porsi menu buka puasa, melalui program Zakat Menguatkan Indonesia. Kementrian Pertanian memberikan bantuan benih pekarangan pangan bergizi, benih padi serta benih kedelai bagi kelompok tani di Gandrungmangu. Sedangkan dari Kementrian Kelautan dan perikanan memberikan 200 paket gemar makan ikan.
Bantuan tersebut sebagai bentuk intervensi yang tidak hanya berfokus pada bantuan sesaat saja, namun penguatan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko, menyatakan SiTaskin adalah bentuk kehadiran negara dalam mengentaskan kemiskinan.
" Program pengentasan kemiskinan harus dibarengi kolaborasi dan kerja keras seluruh komponen bangsa serta di butuhkan keberlanjutan agar tidak berhenti pada kegiatan sesaat yang membawa perubahan jangka panjang menuju Indonesia Maju dan Indonesia Emas, " katanya.
Ia menambahkan, program ini akan terus berlanjut dengan target tahun 2026 nol persen kemiskinan ekstrem.
"Kita targetkan di tahun 2026 tidak ada lagi kemiskinan ekstrem dan di tahun 2029 target kita 5 persen orang miskin," ujarnya.
Budiman mengatakan akan terus melaporkan perkembangan program ini kepada Presiden untuk memastikan keberlanjutan program ini.
Sementara itu, Bupati Cilacap Samsul Aulya Rahman menyatakan menyambut baik program ini.
" Harapanya sinergi pemerintah pusat dan daerah diperkuat agar program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi berdampak nyata serta berkesinambungan untuk masyarakat rentan, " ujarnya.
Editor : Suryo Sukarno