get app
inews
Aa Text
Read Next : 139 Perusahaan Masuk KEK Kendal, Ribuan Lapangan Kerja Tercipta

Syawalan Kaliwungu Kendal, Perpaduan Ziarah dan Kemeriahan Tradisi Rakyat

Kamis, 26 Maret 2026 | 20:04 WIB
header img
Bupati Kendal menabur bunga di makam Kyai Asy’ari saat membuka tradisi syawalan dan Haul Kyai Guru Kamis 26 Maret 2026. Eddie prayitno/iNews

KENDAL,iNewsPantura.id — Tradisi Syawalan di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, kembali digelar dengan suasana khidmat sekaligus meriah. Tradisi tahunan yang berlangsung sepekan setelah Idulfitri ini tak hanya menghadirkan keramaian, tetapi juga sarat makna spiritual.

Syawalan sejatinya merupakan peringatan wafat ulama besar KH Asy’ari atau Kyai Guru. Karena itu, masyarakat diingatkan agar tidak hanya memandangnya sebagai ajang hiburan seperti pasar malam, tetapi juga sebagai momen untuk mengenang dan meneladani perjuangan ulama.

Ribuan peziarah pun tampak memadati kompleks makam Kyai Guru di Bukit Jabal, Protomulyo. Mereka datang untuk berdoa sekaligus mengenang jasa sang ulama dalam menyebarkan ajaran Islam di wilayah Kendal dan sekitarnya.

Doa bersama menjadi bagian utama dalam tradisi ini. Warga memanfaatkan momentum tersebut untuk merenung dan mengambil hikmah dari ajaran para ulama dan auliya.

Dewan Pembina Masjid Besar Al Mutaqqin Kaliwungu, KH Asroi Tohir, menegaskan pentingnya menjaga tradisi haul sebagai sarana keteladanan bagi generasi muda.

“Haul ini bukan sekadar tradisi, tapi pengingat agar kita tidak melupakan jasa para ulama,” ujarnya.

Tahun ini, peringatan haul Kyai Guru memasuki tahun ke-329. Sosok yang juga dikenal sebagai pendiri Masjid Besar Al Mutaqqin Kaliwungu itu tercatat wafat pada tahun 1697.

Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permana Sari menyebut KH Asy’ari sebagai figur teladan yang sederhana dan kharismatik, serta memiliki peran besar dalam syiar Islam.

Di tengah suasana religius, Syawalan juga diramaikan oleh pedagang tiban yang memenuhi kawasan makam hingga Alun-Alun Kaliwungu. Kehadiran mereka menambah semarak tradisi sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Perpaduan antara ziarah dan keramaian inilah yang menjadikan Syawalan Kaliwungu tetap hidup sebagai tradisi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung nilai spiritual bagi masyarakat.

 

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut