get app
inews
Aa Text
Read Next : Puncak Fastival Balon Udara, Alun-Alun Wonosobo Dipadati Pengunjung

Tradisi Jadi Magnet Wisata! Wonosobo Dipadati Pengunjung di Puncak Festival Balon Udara 2026

Senin, 30 Maret 2026 | 22:00 WIB
header img
Lautan manusia memadati Alun-alun Wonosobo saat puncak Festival Balon Udara 2026, dengan puluhan balon warna-warni menghiasi langit pagi dan menjadi daya tarik ribuan wisatawan. Foto : iNewsPantura.id/ Didik Dono

WONOSOBO, iNewsPantura.id – Alun-alun Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, berubah menjadi lautan manusia pada Minggu pagi. Sedikitnya lima puluh ribu pengunjung dari berbagai daerah tumpah ruah demi menyaksikan puncak rangkaian Festival Mudik Wonosobo 2026, sebuah tradisi tahunan penerbangan balon udara tradisional yang ikonik.

Puncak festival ini menjadi magnet luar biasa bagi wisatawan. Tak hanya warga lokal, pengunjung dari luar kota pun rela menempuh perjalanan jauh sejak dini hari demi mengabadikan momen puluhan balon raksasa menghiasi langit Wonosobo.

Antusiasme Wisatawan hingga Rela Berangkat Dini Hari

Rahma dan Erlita, pengunjung asal Kendal, mengaku sengaja berangkat pukul 03.30 WIB agar tidak ketinggalan momen langka ini. Rasa penasaran yang selama ini hanya terobati lewat media sosial akhirnya terbayar lunas.

"Penasaran banget karena biasanya cuma lihat di medsos. Akhirnya bisa lihat langsung puluhan balon udara dengan berbagai corak dan warna naik satu per satu. Indah sekali," ujar Rahma saat ditemui di lokasi.

Tradisi yang Diatur Ketat Demi Keselamatan

Festival yang berlangsung sejak 22 Maret ini digelar di 22 titik berbeda di seluruh wilayah Wonosobo dengan total sekitar seribu balon udara yang diterbangkan. Namun, untuk menjaga keselamatan penerbangan, panitia memberlakukan aturan ketat: balon wajib ditambatkan.

Sesuai regulasi, balon udara tradisional ini hanya diperbolehkan terbang dengan ketinggian maksimal  150 meter menggunakan tali pengaman. Hal ini bertujuan agar keindahan tradisi tetap terjaga tanpa mengganggu jalur lalu lintas udara.

Ancaman Balon Liar di Ruang Udara

Meski festival resmi berlangsung tertib, AirNav Indonesia memberikan catatan serius terkait adanya balon udara yang diterbangkan secara liar atau tidak ditambatkan.

Menurut Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt.  Avirianto Suratno, tercatat 27 laporan balon udara tidak terkendali di sejumlah wilayah. Laporan tersebut menunjukkan bahwa balon udara terpantau pada berbagai ketinggian dan fase penerbangan, mulai dari sekitar 1.500 kaki, 6.000 kaki, 10.000 kaki, hingga mencapai FL350, termasuk pada area sekitar Yogyakarta, Kebumen, Pasuruan, dan jalur menuju wilayah udara sekitar Bali.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa balon udara liar bukan semata persoalan ketertiban, melainkan juga memiliki risiko nyata terhadap keselamatan penerbangan domestik dan internasional. Oleh karenanya, AirNav Indonesia sangat mengharapkan masyarakat bisa menghentikan aksi menerbangkan balon liar ke udara dengan alasan apa pun. 

”Tradisi  budaya yang baik harus dijaga dan dilestarikan. Tapi, bukan membahayakan keselamatan penerbangan,” ujar Capt. Avirianto Suratno di sela Festival Balon Udara Wonosobo, di Alun – Alun Kota Wonosobo, Jawa Tengah 29 Maret 2026.

AirNav Indonesia terus memperkuat kontribusinya kepada masyarakat melalui program TJSL di Wonosobo Pada tahun 2026, melalui Program Kampung Kasanah, AirNav Indonesia mendukung penguatan kapasitas masyarakat di sejumlah sektor, mulai dari pertanian, peternakan, UMKM, hingga ekonomi kreatif. Program ini dirancang untuk menciptakan manfaat yang berkelanjutan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga berbasis potensi desa.

Direktur Utama AirNav Indonesia mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat melalui inisiatif yang memberi dampak langsung dan berkelanjutan.

“Melalui Program TJSL Kampung Kasanah, AirNav Indonesia ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat dengan mendorong pengembangan potensi lokal agar mampu menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan. Kami percaya, pemberdayaan yang tepat akan melahirkan masyarakat yang semakin kuat, produktif, dan berdaya,” ujarnya.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menegaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari tradisi yang kini berkembang menjadi penggerak ekonomi dan pariwisata daerah.

“Ini adalah dari tradisi. Kemudian berkembang menjadi penguatan ekonomi. Kemudian memperkuat pariwisata di Kabupaten Wonosobo,” ujarnya.

Menurutnya, festival balon udara kini telah menjadi ikon budaya sekaligus daya tarik wisata utama di Wonosobo. Sejalan dengan banyaknya pengunjung saat festival balon udara, destinasi wisata di berbagai titik di Wonosobo juga dilaporkan penuh oleh wisatawan selama festival berlangsung. 

Editor : Suryo Sukarno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut