get app
inews
Aa Text
Read Next : Tingkatkan Kemampuan Matematika Siswa di Banjarnegera Lewat Program Gratis

Lalat Merajalela, Warga Kudus Tuntut Penutupan Kandang Ayam Dekat Permukiman

Senin, 30 Maret 2026 | 22:04 WIB
header img
Puluhan warga Desa Bulungcangkring, Kudus, membawa perangkap berisi lalat saat mendatangi rumah kepala desa sebagai bentuk protes terhadap dampak kandang ayam yang dinilai mengganggu lingkungan. Foto : iNewsPantura.id/ Nur Ch

KUDUS, iNewsPantura.id -- Puluhan warga Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, menggelar aksi protes dengan mendatangi rumah kepala desa, Sulakim, pada Minggu (29/3/2026) siang. Dalam aksi tersebut, warga membawa sejumlah perangkap lalat yang telah dipenuhi lalat sebagai bentuk protes atas gangguan yang mereka alami selama ini.

Aksi tersebut dilakukan secara spontan sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap kondisi lingkungan yang dinilai semakin tidak nyaman. Warga mengeluhkan serbuan lalat yang diduga berasal dari sebuah gudang atau kandang ayam yang beroperasi di sekitar permukiman.

Menurut warga, setiap kali masa panen ayam tiba, jumlah lalat meningkat drastis hingga mencapai ribuan. Lalat-lalat tersebut kemudian menyebar ke rumah-rumah warga, hinggap di makanan, peralatan rumah tangga, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Salah satu warga, Irul, mengatakan bahwa permasalahan ini bukanlah hal baru. Ia menyebut, gangguan lalat selalu terjadi berulang kali setiap musim panen ayam, namun hingga kini belum ada penanganan yang benar-benar efektif.

“Masalah lalat ini selalu muncul setiap habis panen. Jumlahnya sangat banyak dan masuk ke rumah-rumah warga. Kami sudah sangat jengkel karena ini terus berulang,” ujarnya.

Dia menambahkan, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dikhawatirkan berdampak pada kesehatan warga, terutama anak-anak. Oleh karena itu, warga mendesak agar kandang ayam tersebut ditutup atau setidaknya dilakukan penanganan serius untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan.

Dalam aksi tersebut, warga bertemu langsung dengan kepala desa untuk menyampaikan aspirasi dan mencari solusi. Kepala desa yang bertemu warga dan berdialog secara langsung menawarkan untuk dipertemukan antara perwakilan waelrga dan pemilok kandang .

Meski demikian, warga tetap menyampaikan tuntutan mereka dan berharap pemerintah desa segera mengambil langkah konkret. Mereka menilai peran pemerintah desa sangat penting dalam menjembatani permasalahan antara warga dengan pemilik usaha kandang ayam.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima warga, pihak pemerintah desa berencana memfasilitasi pertemuan antara perwakilan warga dengan pemilik kandang ayam guna mencari solusi bersama. Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.

Selain itu, kepala desa juga disebut telah memiliki program ke depan untuk tidak memberikan izin baru bagi usaha kandang ayam di wilayah Desa Bulungcangkring yang dekat dengan pemukiman warga. Kebijakan tersebut diambil sebagai upaya mencegah munculnya permasalahan serupa di kemudian hari.

Warga berharap rencana tersebut benar-benar direalisasikan dan tidak hanya menjadi wacana. Mereka menegaskan, penyelesaian masalah lalat harus menjadi prioritas agar lingkungan kembali bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.

Hingga saat ini, warga masih menunggu tindak lanjut dari pemerintah desa terkait jadwal pertemuan dengan pemilik kandang ayam. Mereka berharap solusi konkret segera diambil agar permasalahan yang telah berlangsung lama ini dapat segera teratasi.

Editor : Suryo Sukarno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut