Kartini Cilik dari Pekalongan: Zeline, Potret Generasi Alpha yang Melestarikan Kebaya
PEKALONGAN, iNewsPantura.id – Semangat Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April terasa kian hidup lewat sosok generasi muda. Dari Kota Santri ini muncul figur inspiratif: Zeline Queensha Az Zahra, gadis berusia 6 tahun yang kini melaju ke Grand Final Putri Kebaya Indonesia 2026 sebagai perwakilan Jawa Tengah 3.
Di usianya yang masih sangat belia, Zeline menjadi potret nyata Kartini modern dari generasi Alpha. Ia tak hanya tampil anggun dalam balutan kebaya, tetapi juga membawa misi besar pelestarian budaya dan kepedulian sosial.
Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini seolah hadir dalam langkah kecilnya. Jika Kartini dikenal melalui gagasan besar tentang emansipasi perempuan, Zeline menghadirkannya dalam bentuk aksi nyata yang relevan dengan zamannya.
Melalui program “Kebaya Kids Corner” yang ia gagas, Zeline mengajak anak-anak seusianya untuk mencintai kebaya sejak dini. Baginya, kebaya bukan sekadar busana tradisional, tetapi simbol identitas dan kebanggaan bangsa.
Perjalanan menuju panggung nasional pun tidak mudah. Ia harus melewati berbagai tahapan seleksi hingga akhirnya berhasil menjadi finalis. Dukungan keluarga, terutama sang ibu Dewi Susilowati, menjadi kekuatan utama di balik langkahnya.
“Zeline sudah melewati rangkaian panjang dari awal babak penyisihan sampai akhirnya bisa masuk ke tahap ini. Tentu sebagai orang tua kami sangat bersyukur dan bangga,” ujar Dewi.
Tak hanya bergerak di bidang budaya, Zeline juga aktif dalam kegiatan sosial. Ia kerap berbagi sembako kepada tukang becak hingga membantu kaum dhuafa di lingkungan sekitarnya. Baginya, berbagi adalah bagian penting dari perjalanan hidup.
Komitmennya juga terlihat dalam kegiatan “Kartini Masa Kini: Berkebaya & Berdaya!” di Bazar Kuliner Legendaris Bakul Laris, Wonopringgo. Dalam kegiatan tersebut, ia menggagas konsep “Pedagang Berkebaya”, mengajak pelaku UMKM mengenakan kebaya saat berjualan kuliner tradisional.
Inisiatif ini terbukti mampu menarik perhatian masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya lokal. Para pelaku UMKM pun merasakan dampak positif dari pendekatan kreatif tersebut.
Selain aktif berkegiatan, Zeline juga memiliki bakat di bidang seni. Ia gemar menyanyikan lagu keroncong dan tampil dalam berbagai acara budaya. Sejumlah prestasi nasional pun telah ia raih, di antaranya Icon Pesona Wastra Indonesia 2025 dan Little Miss Indonesian Cultural 2024.
Meski telah mengoleksi prestasi, Zeline menegaskan bahwa keikutsertaannya bukan semata untuk meraih gelar.
“Aku mohon doa dan restunya ya, supaya Zeline bisa memberikan yang terbaik di Putri Kebaya Indonesia. Zeline ingin menang supaya bisa membanggakan Pekalongan dan Jawa Tengah,” ucapnya penuh semangat.
Ia juga menyampaikan keinginan besarnya untuk terus melestarikan budaya sekaligus membantu masyarakat.
“Zeline ingin terus melestarikan budaya kebaya dan membantu UMKM supaya lebih banyak orang tahu dan cinta produk Indonesia,” lanjutnya polos namun penuh makna.
Di momen peringatan Hari Kartini tahun ini, kehadiran Zeline menjadi bukti bahwa nilai-nilai perjuangan Kartini terus hidup dan berkembang.
Dari generasi ke generasi, semangat itu tidak pernah padam—hanya bertransformasi mengikuti zaman. Zeline adalah gambaran bahwa Kartini masa kini bisa lahir dari siapa saja, bahkan dari seorang gadis kecil yang melangkah dengan mimpi besar.
Kini, langkahnya menuju Grand Final bukan hanya tentang mahkota, tetapi juga tentang harapan—bahwa budaya Indonesia akan terus hidup, dicintai, dan diwariskan oleh generasi penerusnya.
Editor : Suryo Sukarno