Baca Senyap KPG Hidupkan Budaya Literasi di Semarang, 500 Orang Duduk Hening Membaca
SEMARANG,iNewsPantura.id – Ratusan orang memenuhi sudut-sudut toko buku, bukan untuk berbelanja, melainkan duduk tenang menikmati halaman demi halaman buku dalam kegiatan Baca Senyap. Hal ini terlihat di Gramedia Jalma Semarang, Sabtu (13/6/2026).
Lebih dari 500 peserta mengikuti kegiatan membaca bersama tersebut dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 Kepustakaan Populer Gramedia (KPG). Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian perayaan tiga dekade KPG dengan mengusung tema “Belajar Membaca, Belajar Bernalar.”
Sejak pagi sebelum toko buku mulai beroperasi, para peserta sudah hadir membawa buku pilihan masing-masing. Mereka kemudian membaca secara mandiri dalam suasana hening di berbagai sudut Gramedia Jalma Semarang yang sebelumnya dikenal sebagai Gramedia Pandanaran.
Baca Senyap menjadi ruang untuk mengembalikan aktivitas membaca sebagai kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan bersama. Meski berlangsung tanpa diskusi atau kegiatan panggung, antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap budaya literasi.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan gerakan Baca Senyap yang pertama kali digelar KPG pada 2025 dan terinspirasi dari konsep silent book club yang berkembang di Amerika Serikat. Konsep tersebut mengajak masyarakat berkumpul di satu tempat untuk membaca buku masing-masing dalam suasana yang nyaman.
Manager Produksi dan Redaksi KPG, Christina M. Udiani, mengatakan tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa ekosistem literasi di Semarang terus berkembang.
“Dukungan komunitas literasi menunjukkan bahwa Semarang memiliki ekosistem membaca yang hidup. Semoga antusiasme ini menjadi amunisi untuk menjaga kewarasan nalar dan keberanian mengambil sikap,” ujarnya.
Pelaksanaan Baca Senyap ini juga mendapat dukungan dari lebih dari 30 komunitas literasi dari Semarang dan berbagai daerah di Jawa Tengah. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas gerakan membaca di masyarakat.
Selain masyarakat umum, kegiatan ini juga melibatkan anak-anak melalui program literasi “Pecahkan Kasus Misteri: Penghuni Rumah Kosong.” Program yang digelar KPG Kiddo tersebut menggabungkan dongeng interaktif dan permainan detektif untuk anak usia 7 hingga 12 tahun.
Editor Kiddo KPG, Pradikha Bestari, mengatakan kegiatan literasi anak juga menjadi cara mempertemukan kembali pengalaman membaca lintas generasi.
“Keseruan masa kecil orang tua melalui cerita-cerita BOBO bisa dibagikan kepada anak-anak, sehingga membaca menjadi aktivitas yang mendekatkan keluarga,” katanya.
Rangkaian perayaan HUT ke-30 KPG akan berlanjut dengan berbagai agenda literasi, termasuk diskusi buku bertajuk “Hidup di Tanah Rawan Bencana Iklim” yang mengangkat isu perubahan iklim.
Selama tiga dekade, KPG terus menghadirkan buku-buku bidang sains, humaniora, sastra, dan pengetahuan populer sebagai upaya mendorong masyarakat Indonesia untuk membaca, berpikir kritis, dan membangun budaya bernalar.
Editor : Eddie Prayitno