Libur Sekolah Dimanfaatkan untuk Khitan, Program Sosial Ringankan Beban Ratusan Keluarga
SEMARANG,iNewsPantura.id – Libur sekolah yang biasanya identik dengan waktu berwisata atau berkumpul bersama keluarga, dimanfaatkan ratusan anak di Semarang dan Salatiga untuk menjalani khitan.
Bagi mereka, momentum tersebut bukan hanya soal menjalankan tradisi, tetapi juga kesempatan memperoleh layanan kesehatan yang sulit dijangkau jika harus membayar biaya secara mandiri.
Sebanyak 218 anak mengikuti khitan massal yang diselenggarakan PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah XI Semarang. Kegiatan berlangsung di dua lokasi, yakni Semarang dengan 143 peserta dan Salatiga sebanyak 75 peserta.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, M. Aries Aviani Nugroho, mengatakan pemilihan waktu pelaksanaan bukan tanpa alasan. Masa libur sekolah dinilai menjadi waktu yang paling tepat karena anak-anak memiliki kesempatan menjalani pemulihan tanpa mengganggu aktivitas belajar ketika tahun ajaran baru dimulai.
Namun, menurutnya, alasan utama penyelenggaraan kegiatan bukan sekadar memilih waktu yang tepat, melainkan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
"Perusahaan memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir memberikan manfaat kepada masyarakat. Karena itu kami tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga berupaya menjawab kebutuhan sosial yang ada di lingkungan," ujarnya.
Ia menjelaskan, layanan khitan diberikan secara gratis menggunakan metode modern sealer yang memungkinkan luka lebih cepat pulih dengan rasa nyeri yang lebih minimal. Seluruh peserta juga mendapatkan pendampingan hingga proses penyembuhan selesai sehingga orang tua tidak harus menghadapi proses perawatan sendirian.
Bagi banyak keluarga, bantuan tersebut memiliki arti penting. Selain mengurangi beban biaya, layanan kesehatan yang diterima juga memberikan rasa aman karena ditangani tenaga medis.
Micky Tranjaya, salah seorang orang tua peserta, mengaku sempat menunda rencana mengkhitankan anaknya karena mempertimbangkan biaya yang harus disiapkan. Kesempatan mengikuti program sosial tersebut akhirnya dimanfaatkan karena sang anak yang kini duduk di kelas VI sekolah dasar memang telah lama ingin menjalani khitan.
"Biaya khitan sekarang cukup mahal. Program seperti ini sangat membantu keluarga seperti kami, apalagi anak memang sudah ingin khitan sebelum masuk sekolah lagi," katanya.
Aries menilai perusahaan memiliki peran sebagai bagian dari masyarakat. Karena itu, transformasi yang tengah dilakukan Pegadaian tidak hanya diarahkan pada peningkatan layanan bisnis, tetapi juga pada peningkatan kontribusi sosial.
Menurutnya, program tanggung jawab sosial akan lebih bermakna apabila menyasar kebutuhan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Khitan massal menjadi salah satu bentuk kepedulian tersebut karena menyentuh aspek kesehatan sekaligus meringankan pengeluaran keluarga.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan akses layanan kesehatan dengan biaya terjangkau.
Pelaksanaan khitan massal ini memperlihatkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan tidak hanya diwujudkan melalui bantuan yang bersifat sesaat, tetapi juga melalui program yang memberi dampak langsung bagi kualitas hidup masyarakat. Di tengah transformasi dunia usaha yang semakin kompetitif, kepedulian terhadap lingkungan sosial menjadi salah satu ukuran bagaimana sebuah perusahaan menjalankan perannya di tengah masyarakat.
Editor : Eddie Prayitno