get app
inews
Aa Text
Read Next : Generasi Muda Lintas Agama Jadi Garda Terdepan Jaga Kerukunan di Purworejo

Tak Sekadar Lembaga Usaha, KDMP Diminta Jadi Penggerak Ekonomi Desa di Purworejo

Rabu, 15 Juli 2026 | 12:42 WIB
header img
Sarasehan bertema Mengembalikan Jati Diri Koperasi dalam rangka peringatan Hari Koperasi Indonesia ke-79 di Kabupaten Purworejo.  dokumen

PURWOREJO,iNewsPantura.id – Di tengah upaya pemerintah mendorong kebangkitan ekonomi berbasis desa, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi perhatian dalam peringatan Hari Koperasi Indonesia ke-79 di Kabupaten Purworejo.

Melalui sarasehan bertema "Mengembalikan Jati Diri Koperasi", para pengelola koperasi diajak memperkuat kembali peran koperasi sebagai gerakan ekonomi kerakyatan, bukan sekadar lembaga usaha.

Kegiatan yang diselenggarakan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Purworejo di Aula Gedung PLUT Kabupaten Purworejo, Selasa (14/7/2026), diikuti 104 peserta yang merupakan perwakilan dari 52 Koperasi Desa Merah Putih se-Kabupaten Purworejo.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH, Tenaga Ahli Kementerian Koperasi RI James Martua Purba, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Purworejo Budi Wibowo, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Purworejo Wiyoto Harjono, serta Staf Ahli Perundangan Dekopinwil Jawa Tengah Iman Abu Yusuf.

Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti menekankan pentingnya menjaga semangat koperasi sebagai wadah ekonomi yang dibangun atas dasar kebersamaan dan gotong royong. Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat hingga tingkat desa.

“Mari terus perkuat sinergi, kolaborasi, dan gotong royong dalam memperkuat peran koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan di Kabupaten Purworejo,” ujarnya.

Bupati menilai keberadaan KDMP tidak hanya berfungsi sebagai sarana peningkatan kesejahteraan anggota, tetapi juga memiliki posisi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan jaringan koperasi yang kini telah terbentuk di berbagai desa, KDMP diharapkan mampu menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperluas akses usaha dan permodalan.

Menurut Yuli, saat ini telah terbentuk 52 gerai Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Purworejo. Namun, dalam perjalanannya masih terdapat berbagai pertanyaan dan tantangan yang dihadapi pengelola koperasi di lapangan.

Karena itu, sarasehan menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai persoalan yang muncul sekaligus memperkuat pemahaman mengenai arah pengembangan koperasi ke depan.

“Saya berharap kegiatan ini bisa menjawab berbagai pertanyaan maupun keresahan yang masih dirasakan oleh para pelaksana Koperasi Desa Merah Putih,” katanya.

Tema "Mengembalikan Jati Diri Koperasi" yang diangkat dalam sarasehan dinilai relevan dengan tantangan koperasi saat ini. Di tengah perubahan ekonomi dan persaingan usaha yang semakin ketat, koperasi dituntut tetap berpegang pada prinsip-prinsip dasar seperti partisipasi anggota, demokrasi ekonomi, dan pemerataan manfaat.

Para narasumber juga memberikan pandangan terkait penguatan kelembagaan koperasi, regulasi, hingga strategi pengembangan usaha agar koperasi mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika ekonomi.

Momentum Hari Koperasi ke-79 ini sekaligus menjadi refleksi bahwa koperasi tidak hanya berfungsi sebagai badan usaha, tetapi juga sebagai gerakan sosial-ekonomi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui prinsip kebersamaan dan kemandirian.

Dengan semakin banyaknya Koperasi Desa Merah Putih yang terbentuk di Purworejo, tantangan berikutnya adalah memastikan koperasi tersebut mampu berjalan secara sehat, profesional, dan benar-benar memberikan manfaat bagi anggota maupun masyarakat di sekitarnya.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut