PPHI Dorong Percepatan Eliminasi Hepatitis 2030, Deteksi Dini Cegah Sirosis dan Kanker Hati
YOGYAKARTA, iNewsPantura.id – Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) mendorong percepatan eliminasi hepatitis di Indonesia pada 2030 melalui penguatan skrining, vaksinasi, diagnosis dini, dan akses pengobatan. Upaya tersebut disampaikan dalam peringatan World Hepatitis Day 2026 yang digelar di sela Kongres Nasional dan Pertemuan Ilmiah Nasional PPHI–PGI–PEGI di The Alana Hotel & Convention Center Yogyakarta, Minggu (26/7/2026).
Ketua Umum PPHI, Dr. dr. Andri Sanityoso, SpPD, K-GEH, FINASIM, mengatakan hepatitis B dan hepatitis C masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat karena sebagian besar penderitanya tidak menyadari telah terinfeksi.
"Indonesia telah berkomitmen mencapai target eliminasi hepatitis pada tahun 2030. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan peningkatan cakupan skrining, vaksinasi, diagnosis dini, serta akses pengobatan yang lebih luas bagi masyarakat," ujar dr. Andri.
Menurutnya, keterlambatan diagnosis membuat banyak pasien baru mengetahui penyakitnya setelah mengalami komplikasi seperti sirosis hati hingga kanker hati.
PPHI menegaskan percepatan eliminasi hepatitis harus dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, organisasi profesi, media, dan masyarakat agar target 2030 dapat tercapai.
Selain menggelar senam sehat dan simposium kesehatan masyarakat, PPHI juga meluncurkan Buku Konsensus Nasional Penatalaksanaan Hepatitis B di Indonesia 2026 serta Buku Konsensus Nasional Penatalaksanaan Hepatitis C pada Penyakit Ginjal Kronik di Indonesia 2026 sebagai pedoman terbaru bagi tenaga kesehatan.
Dalam peringatan World Hepatitis Day 2026, PPHI mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan hati dengan melakukan pemeriksaan hepatitis secara berkala, mendapatkan vaksinasi hepatitis B sesuai rekomendasi, dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila memiliki faktor risiko.
"Hepatitis yang terdiagnosis dan ditangani sejak dini dapat dicegah berkembang menjadi sirosis hati, gagal hati, maupun kanker hati, sehingga pengobatan yang tepat dapat menyelamatkan kualitas hidup dan menurunkan angka kematian," kata dr. Andri.
Editor : Suryo Sukarno