get app
inews
Aa Text
Read Next : Kondisi Gudang BPBD Purworejo Memprihatinkan, DPRD Dorong Penambahan Sarana

Gangguan Mata Anak Kerap Tak Disadari, Guru SD di Kudus Dibekali Skrining Dasar

Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:57 WIB
header img
Sebanyak 50 guru SD di Kudus mengikuti pelatihan skrining dasar kesehatan mata untuk mendeteksi gangguan penglihatan siswa sejak dini. (Foto : iNewsPantura.id/ Nur Ch).

KUDUS, iNewsPantura.id – Sebanyak 50 guru sekolah dasar di Kabupaten Kudus mengikuti Pelatihan Dasar Skrining Kesehatan Mata untuk meningkatkan kemampuan mendeteksi gangguan penglihatan pada anak sejak dini.

Pelatihan yang digelar Rotary Club Kudus dan Rotary Club Kudus Srikandi bekerja sama dengan Rotary Club Semarang Kunthi serta RS Mardi Rahayu Kudus tersebut berlangsung di Kudus, Kamis (13/8/2026).

Peserta merupakan guru SD dari wilayah binaan Puskesmas Wergu, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar untuk mengenali tanda-tanda gangguan penglihatan serta melakukan skrining awal ketajaman penglihatan sebelum siswa mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dari tenaga kesehatan.

Guru SD Widya Kirana Kudus, Priscila, S.Pd, menilai pelatihan tersebut sangat bermanfaat bagi guru. Menurutnya, kemampuan melihat merupakan salah satu faktor penting yang mendukung proses belajar mengajar di sekolah.

“Pelatihan ini sangat berguna dan penting bagi kami sebagai guru. Mata merupakan salah satu indra yang sangat penting dalam proses belajar mengajar, sehingga kami perlu mengetahui kemampuan visual setiap siswa,” kata Priscila.

Menurut dia, pengetahuan mengenai kemampuan visual siswa juga dapat membantu guru menyesuaikan proses pembelajaran di kelas.

“Dengan mengetahui kemampuan visual siswa, guru bisa melakukan penyesuaian, misalnya dalam mengatur komposisi tempat duduk siswa di kelas. Guru juga bisa mempertimbangkan seberapa besar tulisan yang ditampilkan, baik di papan tulis maupun melalui IFP atau papan tulis digital, sehingga materi dapat dilihat dan diterima siswa dengan lebih baik,” ujarnya.

Priscila menilai kemampuan guru melakukan deteksi awal penting karena gangguan penglihatan pada siswa tidak selalu mudah dikenali. Dengan adanya skrining dasar, guru dapat lebih peka terhadap kondisi visual siswa dan mengarahkan mereka untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut apabila diperlukan.

Dalam pelatihan tersebut, guru mendapatkan materi mengenai pentingnya kesehatan mata anak usia sekolah, anatomi dan fungsi dasar mata, gangguan refraksi seperti miopia, hipermetropia dan astigmatisma, tanda-tanda gangguan penglihatan, hingga metode pemeriksaan ketajaman penglihatan menggunakan kartu Snellen. Guru juga dibekali mekanisme rujukan kepada tenaga kesehatan apabila ditemukan indikasi gangguan penglihatan.

Presiden Rotary Club Kudus Paulus Rawuh mengatakan, sekolah menjadi salah satu tempat strategis untuk melakukan deteksi awal karena guru berinteraksi dengan siswa setiap hari.

“Guru bukan menggantikan peran dokter atau tenaga kesehatan, tetapi menjadi mitra strategis dalam melakukan deteksi awal,” kata Paulus.

Ia mengatakan, ketika guru memiliki kemampuan mengenali tanda awal gangguan penglihatan, peluang anak untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan secara tepat waktu akan semakin besar.

Sementara itu, RS Mardi Rahayu Kudus turut mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan preventif, termasuk melalui pendidikan kesehatan dan pengabdian kepada masyarakat.

Gangguan penglihatan pada anak sering kali tidak disadari karena anak belum mampu menyampaikan keluhan secara jelas. Kondisi tersebut dapat berdampak pada proses pembelajaran, seperti kesulitan membaca, melihat tulisan di papan tulis, berkurangnya konsentrasi, hingga berpotensi memengaruhi capaian akademik.

Kolaborasi antara Rotary Club, rumah sakit, sekolah, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat upaya deteksi dini gangguan penglihatan anak.

Melalui pelatihan tersebut, para guru diharapkan tidak hanya mampu melakukan skrining dasar ketajaman penglihatan, tetapi juga lebih peka dalam mengenali tanda-tanda gangguan penglihatan pada siswa dan mendorong proses rujukan kepada tenaga kesehatan secara cepat dan tepat.

Editor : Suryo Sukarno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut