get app
inews
Aa Text
Read Next : Kota Semarang Sukses Turunkan Inflasi Harga Beras

Beras Mulai Mahal di Kendal, Pemerintah Siapkan Jurus Redam Harga

Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:51 WIB
header img
Warga Desa Penjalin menerima bantuan pangan berupa beras dari Pemkab Kendal. dokumen

KENDAL,iNewsPantura.id – Harga beras di Kabupaten Kendal mulai menanjak. Berkurangnya jumlah wilayah yang memasuki masa panen membuat pasokan di pasaran ikut menyusut. Harga beras kini bergerak di kisaran Rp14 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah. Meski harga mulai terkerek, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal memastikan situasi masih dalam batas terkendali.

epala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, mengatakan kenaikan harga tidak lepas dari berkurangnya pasokan akibat minimnya wilayah yang sedang panen.

“Karena yang panen sedikit, otomatis berlaku hukum supply and demand. Harganya cukup mahal. Tapi untuk saat ini masih terkendali,” kata Pandu usai mendampngi bupati kendal membagikan bantuan beras di Desa Penjalin Brangsong Rabu (26/8/2026).

Menurut Pandu, pemerintah saat ini memilih memperkuat pasokan melalui penyaluran bantuan pangan. Beras bantuan diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus mengurangi tekanan permintaan terhadap beras yang beredar di pasar.

Namun, pemerintah tidak menutup kemungkinan melakukan intervensi lebih jauh jika harga terus mengalami kenaikan.

“Kalau bantuan pangan ini masih belum cukup untuk menstabilkan, nanti akan kita bantu dengan operasi pasar. Kita akan bekerja sama dengan Bulog atau pihak lain di wilayah yang kenaikannya cukup signifikan,” tegasnya.

Langkah operasi pasar disiapkan sebagai antisipasi agar kenaikan harga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Pemerintah akan melihat wilayah mana yang mengalami kenaikan paling signifikan sebelum menentukan lokasi intervensi.

Pandu juga memastikan beras yang digunakan dalam bantuan pangan merupakan beras medium produksi lokal. Kebijakan tersebut sekaligus diharapkan membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan hasil produksi petani di daerah.

“Berasnya medium dan lokal, bukan dari luar. Jadi aman, tetap kita kendalikan,” ujarnya.

Di tengah kondisi pasokan yang mulai mengetat, pemerintah juga memantau produksi padi di tingkat petani. Salah satu ancaman yang masih ditemukan adalah organisme pengganggu tanaman (OPT), terutama hama tikus.

Meski demikian, serangan tikus sejauh ini dinilai belum mengancam produksi secara serius.

“Serangan tikus ada, tetapi relatif kecil. Tidak sampai mengganggu hasil panen hingga puso atau gagal panen. Hanya ada pengurangan hasil,” jelas Pandu.

Pengendalian hama dilakukan bersama kelompok tani dengan berbagai metode. Penggunaan pestisida menjadi salah satu cara yang ditempuh, disertai langkah pengendalian lain sesuai kondisi di lapangan.

Selain mengendalikan hama, pemerintah juga berupaya menjaga produksi dengan memastikan ketersediaan pengairan. Kondisi irigasi pertanian di Kendal saat ini disebut relatif aman.

Pemkab bahkan telah menyiapkan bantuan sarana dan prasarana pengairan untuk wilayah yang memiliki potensi ditanami padi, tetapi masih membutuhkan dukungan infrastruktur.

“Kalau ada wilayah yang potensial untuk tanam padi tetapi membutuhkan sarana prasarana pengairan, nanti kita bantu. Sarana prasarananya sudah kita siapkan,” pungkasnya.

Kenaikan harga beras ini menjadi sinyal bahwa ketersediaan pasokan perlu terus dijaga. Pemerintah kini mengandalkan kombinasi bantuan pangan, kesiapan operasi pasar, pengendalian hama, dan penguatan irigasi agar harga beras tetap terkendali tanpa mengabaikan kepentingan petani.

Bagi konsumen, harapannya sederhana: beras tetap tersedia di pasaran dengan harga yang terjangkau. Bagi petani, produksi tetap terjaga sehingga pasokan tidak semakin menipis.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut