Di Atas Jateng dan Nasional, Ekonomi Kendal Tumbuh 8,57 Persen
KENDAL,iNewsPantura.id — Perekonomian Kabupaten Kendal mencatat pertumbuhan impresif pada Triwulan II 2026. Ekonomi daerah ini tumbuh 8,57 persen, jauh di atas pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 5,71 persen dan nasional sebesar 5,29 persen.
Capaian tersebut terungkap dalam rilis pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2026 yang digelar di Kendal, Rabu (9/9/2026). Angka 8,57 persen sekaligus menempatkan Kendal sebagai kabupaten/kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jawa Tengah.
Kepala BPS Kabupaten Kendal Aji Sandi Parwoto mengatakan, tingginya pertumbuhan ekonomi Kendal menunjukkan aktivitas ekonomi bergerak di berbagai sektor secara bersamaan.
“Pertumbuhan ekonomi Kendal sebesar 8,57 persen merupakan hasil dari bergeraknya berbagai sektor secara bersamaan. Industri pengolahan menjadi motor utama, sementara pertanian, perdagangan, konstruksi, serta akomodasi dan makan minum memberikan penguatan dari sisi kontribusi maupun sumber pertumbuhan,” jelasnya.
Sektor industri pengolahan masih menjadi penopang terbesar pertumbuhan ekonomi Kendal. Perkembangan kawasan industri turut mendorong peningkatan aktivitas produksi dan memberikan efek berantai terhadap sektor ekonomi lainnya.
Selain industri, sektor pertanian, perdagangan, konstruksi, serta akomodasi dan makan minum juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Pertumbuhan 8,57 persen tersebut menjadi modal penting bagi Kendal untuk memperluas kesempatan kerja, meningkatkan aktivitas usaha, memperkuat daya beli masyarakat, sekaligus menciptakan multiplier effect dari aktivitas industri dan investasi.
Di sisi lain, Pemkab Kendal mencatat realisasi investasi mencapai Rp6,56 triliun pada 2026. Investasi tersebut diharapkan semakin memperkuat ekspansi industri dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Kepala Bapperida Kendal Wahyu Yusuf Ahmadi mengatakan investasi menjadi salah satu faktor penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.
“Investasi yang masuk di Kendal menjadi modal penting untuk menggerakkan roda ekonomi. Harapan kami, investasi tersebut menjadi booster bagi ekspansi industri dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Kendal,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Kendal Agus Dwi Lestari menegaskan, capaian pertumbuhan ekonomi 8,57 persen tidak boleh hanya menjadi angka statistik.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat. Di antaranya melalui pembukaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, penguatan UMKM, serta penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.
“Data bukan sekadar angka, tetapi menjadi kompas dalam menentukan arah kebijakan pembangunan suatu wilayah,” tegasnya.
Pemkab Kendal juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga momentum pertumbuhan. Pemerintah daerah, dunia usaha, investor, akademisi, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan harus bergerak bersama.
Pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, geliat industri dan investasi tidak hanya memperbesar angka pertumbuhan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat Kendal.
Capaian 8,57 persen kini menjadi modal sekaligus tantangan bagi Pemkab Kendal untuk mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi. Fokus berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut semakin berkualitas dan manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Editor: Eddie Prayitno