Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 1.079 Bintara Baru di SPN Purwokerto Dilantik, ini Pesan Kapolda Jateng
Advertisement . Scroll to see content

Kapolda Jateng Kunjungi Anak Penderita CTEV, 88 Kasus Terdata di Jawa Tengah

Kamis, 10 September 2026 | 14:38 WIB
  • author Wisnu Wardhana
Kapolda Jateng Kunjungi Anak Penderita CTEV, 88 Kasus Terdata di Jawa Tengah
Kapolda Jateng mengunjungi asien yang menjalani penanganan di RS Bhayangkara Kota Semarang. dokumen

SEMARANG, iNewsPantura.id – Kepedulian terhadap anak-anak dengan kelainan kaki bawaan atau Clubfoot (CTEV) ditunjukkan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo dengan mengunjungi sejumlah pasien yang menjalani penanganan di RS Bhayangkara Tk II Prof. Awaloeddin Djamin, Kota Semarang, Kamis (10/9/2026).

Kapolda Jateng didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Tengah, Diana Ribut Hari Wibowo. Keduanya menyapa pasien dan keluarga sekaligus memberikan bingkisan sebagai bentuk dukungan.

Tujuh anak dari Salatiga, Kabupaten Semarang, Kendal, Surakarta, dan Demak saat ini mendapatkan penanganan serta pemantauan medis melalui Program Polda Jateng Peduli CTEV.

Penanganan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Mulai dari pemeriksaan dan kontrol terapi, pemasangan gips lanjutan untuk proses koreksi kaki, hingga pemantauan penggunaan brace dan tindak lanjut medis.

Di hadapan keluarga pasien, Kapolda memberikan semangat dan meminta orang tua tetap konsisten menjalani proses perawatan.

Semangat njeh, Insyaallah bisa disembuhkan dan kondisinya bisa kembali normal,” ujar Ribut.

Program Polda Jateng Peduli CTEV diluncurkan pada 14 Agustus 2026 melalui kerja sama dengan Mentari Clubfoot MPKU PP Muhammadiyah.

Hingga saat ini, sebanyak 88 kasus CTEV telah terdata melalui Bhabinkamtibmas dan Kasidokkes jajaran Polda Jateng.

Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol drg. Agung Hadi Wijanarko mengatakan pendataan menjadi langkah awal untuk memastikan anak-anak dengan CTEV memperoleh penanganan sesuai kebutuhannya.

Menurut Agung, penanganan CTEV perlu dilakukan sedini mungkin agar hasil terapi lebih optimal. Selain penanganan medis, konsistensi orang tua dalam mengikuti arahan tenaga kesehatan juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan terapi.

Program tersebut melibatkan jajaran kesehatan Polri dan sejumlah pihak, di antaranya rumah sakit Muhammadiyah, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, serta BPJS.

Kolaborasi tersebut memungkinkan masyarakat mengikuti program penanganan CTEV secara gratis, sehingga biaya tidak menjadi hambatan bagi pasien, khususnya dari keluarga kurang mampu.

alah seorang orang tua pasien, David Prasetyo, warga Kabupaten Semarang, mengapresiasi program tersebut. Ia berharap perawatan yang dijalani putranya dapat membantu sang anak kembali beraktivitas seperti anak-anak seusianya.

“Terima kasih kepada Bapak Kapolda dan dokter yang sudah membantu perawatan anak saya. Semoga bisa lebih cepat sembuh dan kembali normal sehingga bisa beraktivitas seperti teman-temannya yang lain,” katanya.

Sementara itu, Abdul Gofar, orang tua Aida Fitriyah, pasien asal Demak, mengaku bersyukur mendapat informasi mengenai program tersebut.

“Alhamdulillah dengan program ini kami bisa melakukan pengobatan terhadap kondisi yang dialami putri saya. Semoga putri saya bisa berjalan dengan normal dan beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Program Peduli CTEV juga memanfaatkan jaringan kepolisian hingga tingkat kewilayahan. Bhabinkamtibmas dan Kasidokkes jajaran Polda Jateng turut membantu menemukan anak-anak yang mengalami CTEV dan mengarahkan mereka untuk memperoleh penanganan medis.

Dengan pendataan dan akses pengobatan sejak dini, program tersebut diharapkan dapat membantu lebih banyak anak dengan CTEV mendapatkan perawatan yang tepat tanpa terkendala biaya.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut