Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 6.000 Meter Persegi Lahan Hutan Desa Darupono Kalsel Kendal Dilalap Api
Advertisement . Scroll to see content

MAPSI ke-XVII Cepiring Digelar, 451 Siswa Adu Pengetahuan dan Seni Islami

Sabtu, 12 September 2026 | 11:07 WIB
  • author Eddhie Prayitno
MAPSI ke-XVII Cepiring Digelar, 451 Siswa Adu Pengetahuan dan Seni Islami
Peserta lomba kaligrafi MAPSI ke XXVII Cepiring menuangkan kreativitasnya diatas kanvas. Eddie prayitno/iNews

KENDAL,iNewsPantura.id — Pendidikan agama tidak cukup hanya dipahami di ruang kelas. Pengetahuan tersebut perlu diuji melalui keberanian, keterampilan, kreativitas hingga kemampuan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semangat itulah yang terlihat dalam Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) ke-XVII tingkat Kecamatan Cepiring.

Sebanyak 451 siswa dari 29 sekolah dasar ambil bagian dalam kegiatan yang dibuka di SD Kalirandugede, Kecamatan Cepiring, Sabtu (12/9/2026). Sebanyak 13 cabang lomba dipertandingkan, mulai dari bidang pengetahuan keagamaan hingga seni Islami.

Pembukaan lomba dilakukan Korwil Bidik Kecamatan Cepiring, Siti Juwariyah. Sejak arena perlombaan dimulai, siswa tampil membawa kemampuan yang telah mereka persiapkan melalui pembinaan di sekolah.

Ketua Panitia MAPSI ke-XVII, Noor Soleh, mengatakan kompetisi tersebut dirancang bukan hanya untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami pendidikan agama Islam.

“Tujuan lomba adalah meningkatkan pemahaman siswa terhadap pendidikan agama Islam, baik pengetahuan maupun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Serta mengembangkan bakat dan kreativitas siswa di bidang seni Islami,” katanya.

Menurut Noor, MAPSI menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi secara lebih luas. Pengetahuan agama yang diperoleh di sekolah dipertemukan dengan kemampuan praktik dan kreativitas dalam suasana kompetisi.

Hal senada disampaikan Siti Juwariyah. Menurutnya, penguatan pendidikan agama harus dilakukan secara menyeluruh. Siswa tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi perlu mendapatkan pengalaman yang mendorong mereka menerapkan nilai-nilai agama.

“Harapannya anak-anak lebih memperdalam pengetahuan agama, tidak hanya teori. Penguatan-penguatan di 13 cabang yang dilombakan menjadi praktik anak-anak dalam mendalami agama Islam dalam kesehariannya,” jelasnya.

Karena itu, MAPSI juga menjadi bagian dari evaluasi hasil pembinaan Pendidikan Agama Islam di sekolah. Kemampuan siswa dalam pengetahuan dan keterampilan keagamaan dapat terlihat melalui proses perlombaan.

Dari kegiatan tersebut, sekolah juga dapat melihat potensi yang dimiliki siswanya. Peserta yang menonjol berpeluang melanjutkan kompetisi sebagai wakil Kecamatan Cepiring pada tingkat Kabupaten Kendal maupun jenjang berikutnya.

Bagi siswa, perlombaan menjadi pengalaman yang berbeda dari pembelajaran sehari-hari. Mereka dituntut berani tampil di hadapan juri, menjaga konsentrasi, mengeluarkan kemampuan terbaik, sekaligus menerima hasil kompetisi dengan sportif.

Dukungan guru pendamping dan teman-teman sekolah pun menjadi bagian dari suasana perlombaan. Di satu sisi, siswa mengejar prestasi. Di sisi lain, mereka belajar mengelola rasa gugup dan tekanan ketika tampil di hadapan banyak orang.

Pada akhirnya, keberhasilan MAPSI tidak hanya ditentukan oleh siapa yang membawa pulang piala terbanyak. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk siswa yang memiliki pengetahuan agama, keterampilan, keberanian, kreativitas dan karakter yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut